Ilustrasi kedelai
MONITOR, Jakarta – Kelangkaan minyak goreng serta tingginya harga kedelai banyak membuat masyarakat ‘menjerit’. Menyikapi persoalan ini, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta agar pemerintah melibatkan Bulog.
Akmal menyatakan, Bulog harus tetap diberikan peran untuk menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan komoditas pangan. Sebab, Bulog dapat melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga di pasaran.
“Kalau mereka (swasta) menyimpan atau menimbun kita nggak tahu. Jadi, negara tidak punya instrumen untuk mengendalikan distribusi dan pasokan barang-barang kebutuhan pokok warga kita,” ujar Andi Akmal, belum lama ini.
Politikus PKS ini menegaskan, Bulog sejatinya memiliki peran sebagai buffer stock juga perlu diperkuat melalui dukungan anggaran. Sehingga, ketersediaan, keterjangkauan dan juga kestabilan harga dapat terealisasi.
“Misalnya, kalau harga jatuh kan dia (Bulog) bisa beli produk petani. Kalau harga melambung dia (Bulog) bisa operasi pasar melepas, sehingga harga bisa terkendali. Ini yang tidak bisa dilakulan karena Bulog terbebani dengan utang komersil. Jadi fungsi Bulog tidak bisa dikatakan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman mendukung pengusutan 3 kasus…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti insiden meninggalnya seorang…
MONITOR, Jakarta - Organisasi kepemudaan Pemuda Banten Bersatu menyampaikan pernyataan sikap terkait upaya pengusutan kasus…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah…
MONITOR, Bekasi – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi…