SULAWESI

Tokoh Muda Alkhairaat Minta Kasus Tambang di Parigi Moutong Diusut

MONITOR, Jakarta – Tokoh muda Alkhairaat Habib Mohammad Sadig al-Habsyi meminta pemerintah mengusut serta bersikap transparan dalam kasus tambang emas di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia menilai, kasus yang berujung demostrasi penolakan hingga mengakibatkan salah seorang warga meninggal dunia itu tidak bisa didiamkan.

“Sebagai warga sipil dan Muslim, saya menyesalkan dan turut berduka karena demo penolakan tambang di Parimo telah menyebabkan salah seorang warga setempat, Erfaldi, meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” ungkap Habib Sadiq, Rabu (16/2/2022).

Sejalan dengan itu, Habib Sadig meminta pemerintah mengusut tuntas dan membuka kasus tambang di Parigi Mautong ke pada publik.

“Pemerintah, baik kepolisian maupun pihak Pemda Sulteng yang terkait, harus mengusut dan mengungkap persoalan tambang tersebut. Kapolda sudah menyatakan akan menegakkan hukum kepada anggotanya bila terbukti terlibat dalam kematian Erfaldi. Kita apresiasi niat tersebut. Tetapi, jangan lupa, kepolisian perlu bersikap terbuka dan masyarakat harus mengawal penegakan keadilan bagi almarhum,” tegasnya.

Aksi demonstrasi di Parigi Mautong yang menuntut pencabutan IUP PT Trio Kencana pada Sabtu 12 Februari 2022 tidak luput dari perhatian tokoh muda Alkhairaat tersebut.

“Dalam iklim demokrasi, demonstrasi penting sebagai mekanisme kontrol kepada pemerintah. Tetapi ini tidak bisa dilakukan seenaknya. Ada aturan. Ada UU dan Peraturan Kapolri yang mengatur aksi masa. Contohnya, tidak boleh menggangu ketertiban umum dan ada waktu berdemonstrasi,” ungkap cicit pendiri Alkhairaat itu.

Sebagai mantan aktifis di pusat dan daerah, Habib Sadig lantas mempertanyakan aksi pada Sabtu yang lalu.

“Saya bukan hanya demo di Sulteng. Saya khatam urusan demo begini. Jadi kalau ada demonstrasi sampai dini hari, menutup akses jalan antara provinsi, bahkan menyebabkan korban jiwa, saya patut bertanya, apa agenda sebenarnya di balik demo itu dan siapa pendananya?” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Habib Sadig juga meminta aparat dan pemerintah untuk menelusuri agenda di balik demonstrasi serta mengungkap otak di balik demo yang menyebabkan kematian warga.

“Kematian adalah takdir. Tetapi kita boleh merekonstruksi penyebabnya untuk belajar. Bila demo pada hari Sabtu yang lalu dilaksanakan sesuai aturan, tidak ada korban jiwa. Karenanya, saya mengharapkan Polri tidak berhenti pada kasus penembakan tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang berkepentingan di balik kerusuhan aksi masa terkait tambang emas di Parigi Mautong,” tegasnya.

Recent Posts

Soal PT TPL, Prof Rokhmin: Kejaksaan dan KPK Dipersilakan Tindak Lanjuti

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…

9 menit yang lalu

Prabowo Minta Pembangunan KNMP dan Kapal Ikan Dipercepat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan…

2 jam yang lalu

Diikuti Lebih dari 10 Ribu Santri PDF, Imtihan Wathani 2026 Digelar Januari

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN)…

4 jam yang lalu

KKP Ungkap Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja di 65 Lokasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP)…

4 jam yang lalu

Gus Irfan: Tagline Haji 2026 Ramah Perempuan Bukan Sekadar Slogan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menetapkan tagline penyelenggaraan ibadah haji tahun…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Tambah 2 Embarkasi Baru di Banten dan DIY untuk Haji 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji…

5 jam yang lalu