Ilustrasi demo tolak aktivitas tambang di Parigi Moutong/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Tindak kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap seorang aktivis, Erfaldi (21), di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Erfaldi, alias Aldi, meninggal dunia akibat peluru tembakan polisi saat berunjuk rasa menolak aktivitas tambang oleh PT. Trio Kencana.
Sebelumnya, Erfaldi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani (Arti) Koalisi Gerak Tambang menuntut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menutup tambang emas milik PT. Trio Kencana yang memiliki lahan konsesi di Kecamatan Kasimbar, Toribulu, dan Tinombo Selatan.
Sekretaris Bidang Hikmah, Politik dan Kajian Publik DPP IMM, Muhammad Iqbal, pun menyesalkan tindakan represif aparat terhadap para demonstran yang hendak menyuarakan aspirasinya.
“Kami menduga adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh aparat, dan ini sebagai bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Selasa (15/2/2022).
Selain mengecam, Iqbal juga menyayangkan sikap aparat kepolisian yang menggunakan senjata lengkap peluru tajam saat mengamankan aksi demonstrasi. Sikap represif serupa ini, kata Iqbal, juga ditunjukkan polisi saat pengamanan aksi di desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.
Aktivis asal Sumatera Selatan ini pun mendesak aparat kepolisian agar bertanggung jawab dan mengusut tuntas kasus yang menewaskan aktivis tersebut.
“Bagaimana bisa dibenarkan prosedur pengamanan unjuk rasa dengan memakai senjata lengkap dengan peluru tajam. Ini mau mengamankan aksi, atau mau perang kepada mahasiswa,” sesalnya.
Menyikapi peristiwa ini, DPP IMM pun menyerukan kepada seluruh kader IMM se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi di masing-masing basis dan level pimpinan menyerukan aksi solidaritas atas tewasnya aktivis dalam aksi membela kepentingan rakyat.
“Kepada seluruh kader IMM se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi di basis dan setiap level kepemimpinan untuk menyerukan aksi atas meninggalnya korban. Mari kita suarakan perlawanan. Kita merahkan Indonesia,” imbuhnya.
Berikut ini, pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah:
MONITOR - Analis Sosial Politik dan Komunikasi Kebijakan Publik Syukron Jamal mendukung dan mengapresiasi gerak…
MONITOR, Jakarta - Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak…
MONITOR, Jakarta - Pada hari Rabu, 02 April 2025 atau H+1 Idulfitri 1446H, Jasamarga Metropolitan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal…
Oleh: Ahmad Zainul Hamdi Setelah takjil dan shalat maghrib berjamaah, kami makan bersama mengelilingi sebuah…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan paket protein ikan yang terdiri dari…