Rabu, 29 Juni, 2022

Insiden Penembakan Aktivis Tolak Tambang, DPP IMM: Usut Tuntas!

MONITOR, Jakarta – Tindak kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap seorang aktivis, Erfaldi (21), di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Erfaldi, alias Aldi, meninggal dunia akibat peluru tembakan polisi saat berunjuk rasa menolak aktivitas tambang oleh PT. Trio Kencana.

Sebelumnya, Erfaldi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani (Arti) Koalisi Gerak Tambang menuntut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menutup tambang emas milik PT. Trio Kencana yang memiliki lahan konsesi di Kecamatan Kasimbar, Toribulu, dan Tinombo Selatan.

Sekretaris Bidang Hikmah, Politik dan Kajian Publik DPP IMM, Muhammad Iqbal, pun menyesalkan tindakan represif aparat terhadap para demonstran yang hendak menyuarakan aspirasinya.

“Kami menduga adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh aparat, dan ini sebagai bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Selasa (15/2/2022).

- Advertisement -

Selain mengecam, Iqbal juga menyayangkan sikap aparat kepolisian yang menggunakan senjata lengkap peluru tajam saat mengamankan aksi demonstrasi. Sikap represif serupa ini, kata Iqbal, juga ditunjukkan polisi saat pengamanan aksi di desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Aktivis asal Sumatera Selatan ini pun mendesak aparat kepolisian agar bertanggung jawab dan mengusut tuntas kasus yang menewaskan aktivis tersebut.

“Bagaimana bisa dibenarkan prosedur pengamanan unjuk rasa dengan memakai senjata lengkap dengan peluru tajam. Ini mau mengamankan aksi, atau mau perang kepada mahasiswa,” sesalnya.

Menyikapi peristiwa ini, DPP IMM pun menyerukan kepada seluruh kader IMM se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi di masing-masing basis dan level pimpinan menyerukan aksi solidaritas atas tewasnya aktivis dalam aksi membela kepentingan rakyat.

“Kepada seluruh kader IMM se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi di basis dan setiap level kepemimpinan untuk menyerukan aksi atas meninggalnya korban. Mari kita suarakan perlawanan. Kita merahkan Indonesia,” imbuhnya.

Berikut ini, pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah:

  1. Mengajak rekan-rekan Cipayung Plus menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan hak-hak korban.
  2. Mengecam keras tragedi penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa aktivis dan kami menduga ada unsur kesengajaan dalam tragedi penembakan tersebut.
  3. Kepolisian harus mengusut hingga tuntas siapa pelaku dibalik tragedi penembakan tersebut.
  4. Menuntut kepada Kapolri untuk menghukum seberat-beratnyanya pelaku penembakan aktivis sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan mengusut kasus ini sampai benar-benar terang dan pelaku penembakan dapat ditangkap secepatnya.
  5. Mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah yang dinilai gagal dan lalai dalam memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya.
  6. Mendesak Presiden RI dan Komisi III DPR RI membuat peraturan perundang-undangan larangan kepolisian memakai senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa.
- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER