Jumat, 3 Februari, 2023

Namanya Muncul di Sidang Kasus Lahan Munjul, Ini Reaksi M Taufik

MONITOR, Jakarta – Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, kembali menjadi perhatian. Ini setelah namanya disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Munjul, Jakarta Timur, untuk pembangunan rumah DP 0 Rupiah.

Menanggapi hal itu, Taufik pun mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak tahu soal kasus dalam pembelian lahan di Mujul tersebut.

Bahkan, kata Taufik, dirinya sudah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembelian tanah Munjul. Dan ketidaktahuannya dalam kasus tersebut sudah ia sampaikan dalam BAP. “Saya sudah di-BAP. Saya enggak tahu sama sekali soal Munjul,” kata Taufik saat dikonfirmasi waratawan, Kamis (3/2) malam.

“Ya, mestinya di BAP saja lihat,”sambungnya

- Advertisement -

Dengan demikian Taufik pun menegaskan, kalau dirinya memang tidak tahu menahu soal kasus lahan Munjul yang diperuntukan untuk program Rumah DP Nol Rupiah yang menjadi program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Diketahui, nama M Taufik disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Munjul, Jakarta Timur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (3/2).

Hal tersebut tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik eks Direktur Utama PT Perumda Pembangunan Jaya, Yoory Corneles Pinontoan sebagai terdakwa yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang.

Jaksa Takdir Suhan awalnya sempat meminta Yoory mengingat terkait sejumlah pekerjaan dalam pengadaan tanah Munjul. Hingga akhirnya, Jaksa Takdir Suhan membacakan BAP nomor 75 milik Yoory saat masih penyidikan di KPK.

“Di BAP 75 dapat saya sampaikan bahwa saya tidak ingat apakah anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra. Namun saya pernah diingatkan oleh Yadi. Bahwa pernah ditelepon oleh Taufik, di mana meminta kepada saya agar membantu Tommy Ardian (Direktur Utama PT Adonara Propertindo) dalam proses pembayaran tahap II terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur,” Isi BAP milik Yoory yang dibacakan Jaksa KPK.

Tommy diketahui merupakan terdakwa dalam kasus pengadaan lahan Munjul.

Setelah membacakan, Jaksa Takdir mengkonfirmasi kepada terdakwa Yoory. Mendengar itu, Yoory mengaku saat itu hanya mendapatkan informasi dari Senior Manager PPSJ bernama Yadi terkait adanya permintaan Taufik.

“Itu yang menurut saya, saya mendapat informasi dari pak Yadi seperti itu,” jawab Yoory.

Lebih lanjut, kata Yoory, seingatnya mengetahui tersebut dari Yadi, bahwa Taufik hanya bertugas memantau dalam pengerjaan proyek Sarana Jaya.

“Saya tidak mengingat itu ya. Tapi yang saya tahu beliau melakukan monitor terhadap kegiatan sarana jaya,” imbuhnya.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, Yoory didakwa telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 152.565.440.000.00 terkait kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Yoory didakwa korupsi bersama-sama Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Ardian; Wakil Komisaris PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene; Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudi Hartono Iskandar (RHI).

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER