Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara dalam kuliah umum yang diselenggarakan secara virtual oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (2/2).
MONITOR, Semarang – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengusulkan agar teks pancasila tetap dibacakan di acara-acara di kampus. Sebab Pancasila bukan sekedar the way of life, namun juga Pancasila adalah konsepsi kepemimpinan Indonesia bagi dunia.
“Dengan Pancasila kita jalankan politik luar negeri yang mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa Asia Afrika seperti Maroko, Tunisia dan Aljazair. Maka perguruan tinggi seharusnya wajib membacakan teks Pancasila pada tiap acara resmi, agar spirit Pancasila yang mengandung cita-cita kemerdekaan dan seklaigus menjawab suatu tata dunia baru pasca perang dunia kedua betul-betul dapat kita rasakan,” kata Hasto saat menyampaikan keynote speaker Kuliah Umum (Studium Generale) Universitas Negeri Semarang yang digelar secara Hibryd (Daring & Luring) di Gedung Pertemuan Pascasarjana UNNES Semarang, Rabu (2/2/2022).
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Unnes Fathur Rokhman, Guru Besar IPB, Prof Rokhmin Dahuri dan dimoderatori adalah Heri Yanto, Dekan Fakultas Ekonomi Unnes.
Hasto menerangkan bahwa nilai kemanusiaan merupakan salah satu yang melahirkan konsep Pancasila sebagai falsafah dasar Indonesia Merdeka. Sehingga dari aspek ideologis, nilai-nilai sila Pancasila luar biasa. Karena di dalamnya terkandung nilai keadilan sosial yang sejalan dengan parameter ekonomi hijau dan biru. Pancasila juga mengobarkan semangat kemanusiaan yang juga terkandung dalam konsep ekonomi hijau dan biru.
“Tanpa nilai kemanusian takkan mungkin nilai pelestarian lingkungan akan tumbuh. Dalam perspektif itu, Pancasila sebagai falsafah juga menjawab tantangan green economy,” terangnya.
Hasto menambahkan, untuk mewujudkan konsep ekonomi berbasis Pancasila, strategi Bung Karno saat itu adalah dengan pembangunan Indonesia melalui politik tata ruang dengan menetapkan koridor perekonomian strategis. Hal itu termuat dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana.
Saat ini, lanjut Hasto Pemerintahan Jokowi merancang kembali pembangunan ekonomi Indonesia yang terinspirasi dari Pola Pembangunan Semesta Berencana era Bung Karno itu. Jokowi mengamanatkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan pembangunan infrastruktur masif di seluruh Indonesia.
“Kampus harus menjadi ekosistem kemajuan bangsa, yang bebas dari politisasi sempit. Tolak ukur kemajuan kampus adalah seberapa besar kemampuannya mendorong kemajuan bangsa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
“Albert Einstein mengatakan imagination is more important than knowledge. Maka mari kita berdaya imajinasi. Ekonomi hijau adalah jalan yang harus ditempuh, fokus yang harus didayagunakan untuk memaksimalkan potensi maritim kita. Jangan sampai laut kita hanya jadi keranjang sampah raksasa,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…
MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…
MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mempercepat…