HUKUM

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Divonis 1 Tahun Penjara, Ini Reaksi Jaksa

MONITOR, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat belum memutuskan terkait pengajuan banding dalam perkara tindak pidana narkotika yang menjerat terdakwa Ramadhania Ardiansyah Bakrie (Nia Ramadhani), Anindra Ardiansyah Bakrie, dan supirnya, Zen Vivanto.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dalam sidang perkara penyalahgunaan narkotika.

Alasan JPU menyatakan pikir-pikir karena terdakwa Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas vonis majelis hakim tersebut.

“Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum Andri Saputra mengambil sikap pikir-pikir. Sedangkan para terdakwa mengajukan upaya hukum banding,” kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).

Dalam putusannya, barang bukti berupa sabu beserta alat hisap telah dirampas untuk dimusnahkan. Kemudian barang bukti berupa Handphone (HP) dirampas untuk negara.

Hakim menyatakan, Nia dan Ardi Bakrie terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri yang dilakukan secara bersama-sama,” ucap hakim ketua Muhammad Damis saat membacakan surat putusan di PN Jakpus, Selasa (11/1/2022).

Sementara sopir Nia, Zen Vivanto, juga dijatuhi hukuman yang sama, yakni 1 tahun penjara dalam perkara narkoba.

Dalam putusannya, pertimbangan yang memberatkan, perbuatan Nia cs tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkotika.

Kemudian, tindak pidana sejenis yang dilakukan terdakwa di wilayah hukum PN Jakarta Pusat cukup tinggi.

“Terdakwa 2 dan terdakwa 3 harusnya memberi contoh, tetapi berlaku sebaliknya,” ucap Hakim Damis.

Sementara hal-hal yang meringankan, Nia Ramadhani dan Ardi belum pernah dihukum, mengakui terus terang perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya. Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Jaksa meminta ketiganya direhabilitasi di Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta Timur. Mereka diminta menjalani rehabilitasi secara rawat inap masing-masing selama 12 bulan.

Dengan demikian, nota pembelaan atau pledoi ketiganya tidak dapat terima. Mereka meminta pemangkasan tuntutan hukuman rehabilitasi menjadi 6 bulan. Selain itu, rehabilitasi tetap dilakukan di Balai Rehabilitasi Fan Campus, Bogor, Jawa Barat.

Recent Posts

Kementan Lakukan Vaksinasi dan Biosekuriti untuk Pastikan PMK di Lampung Timur Terkendali

MONITOR, Lampung Timur – Pemerintah memastikan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Tegal…

4 jam yang lalu

19 Titik Istirahat Gratis Hadir di Jalur Wisata Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - Kehadiran Serambi MyPertamina merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat…

5 jam yang lalu

Arus Balik, Jasa Marga Akan Kembali Berlakukan Diskon Tarif 30 Persen di 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatra

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan kembali memberlakukan diskon tarif tol sebesar…

6 jam yang lalu

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Kendaraan ke Jabodetabek Melonjak 41,8 Persen

MONITOR, Jakarta – Puncak arus balik libur Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M mencatat lonjakan signifikan. Jasa…

6 jam yang lalu

BHR Driver Maxim Cair, Puluhan Ribu Mitra di 100 Kota Terima Bonus Jelang Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta – Perusahaan transportasi online Maxim menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada lebih dari…

7 jam yang lalu

Silaturahmi Idul Fitri bareng Pemkab, GP Ansor Lumajang Perkuat Sinergi Peran Strategis Pemuda

MONITOR, Lumajang - Momentum Idulfitri dimanfaatkan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang untuk…

11 jam yang lalu