Minggu, 23 Januari, 2022

Buka Rakernas DPP IKA IKOPIN, Kemenkop UKM Dorong Revisi UU Koperasi

MONITOR, Jakarta – Mengawali tahun 2022, DPP IKA Ikopin menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) yang dimulai 8 – 9 Januari di Five Hotel PGC Cililitan, Jakarta Timur. Rakernas digelar bertujuan untuk menghasilkan program kerja yang mendorong majunya koperasi di Indonesia.

Rakernas dibuka oleh Deputi Bidang Koperasi, Ahmad Zabadi, yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Pembukaan juga dihadiri Rektor Ikopin Dr. Burhanudin Abdullah, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswan Dadan Irawan, Ketua Yayasan Koperasi Muhammad Taufik, dan Pakar Koperasi Nana Sutisna.

Rakernas DPP IKOPIN pun diikuti okeh seluruh pengurus DPP. Rakernas juga dilakukan secara hybrid atau zoom meeting agar bisa diikuti oleh seluruh alumni maupun pengurus DPD IKA IKOPIN diseluruh Indonesia.

Deputi Bidang Koperasi Ahmad Zabadi yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan, IKA IKOPIN agar ikut berperan dalam mendorong regulasi terciptanya iklim kondusif perkembangan koperasi.

- Advertisement -

Menurutnya saat ini banyak aturan yang menghambat kemajuan koperasi. Seperti, perlunya revisi UU Koperasi, perlunya koperasi simpan pinjam memiliki Lembaga Jaminan Simpanan (LPS).

“Saat ini koperasi tidak ada LPS-nya. Koperasi tidak diatur dalam UU Perbankan sehingga tidak ada LPS. Ini yang harus kita perjuangkan yang hingga kini banyak hambatannya. Itu baru sebagian. Belum lagi kita juga harus memperjuangkan membuat kebijakan agar koperasi masuk dunia digital,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPP IKOPIN Entis Sutisna mengatakan, salah satu yang akan dibangun adalah membangun IKA yang solid dan membawa kejayaan alumni IKOPIN. Dengan cara membangun sinergiritas IKA dengan alumni, almamater, pemerintah dan masyarakat.

“Langkah awal sudah dilakukan mulai kompaknya kita melalui proses Musyawarah Nasional (Munas), hingga terbentuknya kepengurusan yang merangkul dua kubu yang saat munas sempat terbelah dua,” ujarnya.

Lanjut Entis, Hal lain yang telah dilakukan menggerakan alumni yang aktif diberbagai instansi pemerintah maupun lembaga. koperasi untuk ikut membantu Kegiatan Kerja Nyata (KKN) atau praktek mahasiswa IKOPIN.

Ditempat yang sama, Muhammad Taufik selaku Ketua Yayasan Koperasi Indonesia (YPI), mengatakan, IKOPIN harus diubah mengikuti perkembangan jaman, tidak lagi namanya Institut melaikab harus menjadi Universitas Koperasi.

“Dalam tahun ini IKOPIN ditargetkan sudah jadi Universitas. Maka sistem pendidikan juga harus direvisi. Misalnya mahasiswa semester I-IV harus tinggal di asrama. Tujuannya untuk penguatan karakter unggul dan inovasi mahasiswa. Memperkuat pendidikan ke arah digital dan mewajibkan mahasiswa mengajar ke SMA/SMU agar pemahaman koperasi makin dikenal dikalangan pelajar. Yang pada akhirnya hasil input maupun output IKOPIN makin baik,” harapnya.

Sementara itu, Rektor IKOPIN Burhanudin Abdullah. Mantan Gubenur BI berpesan, kepada DPP IKA IKOPIN agar ikut berperan dalam pembangunan koperasi yang lebih luas.

“Saya melihat kedepan koperasi makin prospektif. Tidak saja secara nasional tapi juga secara global. Ini yang harus kita optimalkan oleh IKA IKOPIN,” tegasnya.

Menurutnya, peluang dan tantangan koperasi ada banyak faktor yang mendukung, Burhanudin pun memberi indikator surplusnya perdagangan Indonesia yang mencapai 200 miliar dollar. Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dalam beberaoa tahun ini. Angka ini akan terus meningkat dari mulai beragamnya komoditas ekspor, mulai kopi, minyak sawit, litium, dan tambang galian lainnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER