Kamis, 8 Desember, 2022

PPP Ajak Empati Pada Santri Korban Kekerasan Seksual

MONITOR, Bandung – Santri korban pemerkosaan guru di pesantren di Bandung, Jawa Barat harus mendapat perlindungan dan advokasi. Dibutuhkan sikap empati kepada para korban pemerkosaan. 

Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan dibutuhkan sikap empatik yang ditujukan kepada para santri korban kekerasan seksual. “Kita harus bersikap empatik kepada para santri korban kekerasan seksual. Masa depan mereka masih panjang, harus ada langkah-langkah konkret untuk membersamai mereka para korban,” ujar Arwani di sela-sela silaturahim di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Bandung, Jumat (10/12/2021) malam. 

Dalam kunjungan tersebut, Arwani disambut pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma’arif KH Sofyan Yahya, MA. serta didampingi oleh Zaini Sofari Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pengurus DPC PPP Kota Bandung, DPC Kabupaten Bandung, dab DPC Kabupaten Bandung Barat. 

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri para santri dan masyarakat.

- Advertisement -

Lebih lanjut Arwani mengatakan pihaknya memiliki perhatian secara khusus atas persoalan kekerasan seksual yang belakangan marak di lingkungan dunia pendidikan. “DPP PPP menugaskan kepada Bidang Sosial dan Anak DPP dan DPW untuk hadir memberikan pendampingan dan bantuan kepada mereka para korban  kekerasan seksual. Upaya ini sebagai wujud konkrit  pendampingan  kepada para korban. PPP melihat dari sisi perspektif korban,” tegas Arwani. 

Lebih khusus Arwani menyebutkan DPP PPP juga mengintruksikan kepada Fraksi PPP DPR RI untuk menjadi pionir dalam pembahasan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang telah masuk di Baleg DPR RI. “Kami berharap, RUU TPKS segera dibahas dan disahkan. Kekerasan seksual telah meresahkan kita semua,” tandas Arwani

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER