PEMERINTAHAN

Indonesia-Denmark Teken Kontrak Dagang Komoditas Pertanian Senilai 94,4 Miliar

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) akan melakukan ekspor produk pertanian ke Denmark senilai Rp. 94,4 miliar.

Salah satu kontrak yang ditandatangani yaitu kontrak ekspor obat hewan yang telah ditandatangani oleh PT. Nutricell Pasific (Nutrivet) dengan Perusahaan R2 Agro A/S Denmark yang disaksikan oleh Dirjen PKH dan Dubes RI untuk Denmark. Kontrak ekspor obat hewan ini senilai 1 juta euro atau setara dengan Rp 16,3 miliar.

“Penandatanganan kontrak penjualan obat hewan ini telah dilakukan. Rencananya akan mulai dilakukan ekspor pada awal tahun 2022 ke perusahaan asal Denmark, yaitu R2 Agro A/S,” jelas Direktur Jenderal PKH, Nasrullah.

Kegiatan penandatangan ini berlangsung di The Talent Garden Rainmaking, Copenhagen, Denmark bertepatan dengan kegiatan One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) dan disaksikan juga oleh Duta Besar Indonesia untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab.

Selain itu, Kementan juga menandatangani MoU dengan Indonesian Product Importers Association (IPIA). Kerja sama ini lebih menekankan untuk memasarkan produk pertanian asal Indonesia di Denmark senilai DKK 1. 2 juta atau Rp. 2.6 miliar

“IPIA memfasilitasi beberapa keperluan seperti komunikasi dengan stakeholders (calon pembeli), akses market, pertukaran informasi tentang standar komoditi unggul dan menjaga stabilitas eksporter/importer,” papar Nasrullah.

Untuk promosi, investasi dan akses pasar produk pertanian Indonesia di Denmark, Kementan juga bekerja sama dengan perusahaan asal Denmark, KFT 1 ApS, dengan nilai kerjasama 2 juta dollar per tahun atau senilai Rp. 28,8 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Kementan melalui Ditjen PKH juga melakukan perjanjian dengan Arla Foods Amba untuk kepentingan pertukaran ilmu pengetahuan dan keterampilam dengan Denmark utamanya mengenai peningkatan kualitas susu organik di Indonesia.

Pemerintah Denmark akan memberikan bantuan dana dan tambahan kontribusi melalui Arla Foods Amba untuk pengembangan kualitas susu organik bagi petani Indonesia sebesar DKK 13.740 juta atau Rp. 30,1 miliar.

“Kami juga bekerja sama dengan The Lighten Bazar di Denmark yang tertarik untuk memasarkan produk pertanian Indonesia di supermarket miliknya dengan nilai kerjasama senilai DKK 1 juta atau senilai Rp 2.2 miliar,” tutur Nasrullah.

Terakhir, masih dalam kegiatan yang sama Kementan melalui Ditjen PKH menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT. Koleksi The Indonesia yang tertarik untuk membawa produk teh Pangalengan (Canning) Indonesia ke Denmark dengan nilai total sekitar 1 juta USD per tahun atau setara dengan Rp. 14.4 miliar.

Diharapkan semua penandatangan kerjasama yang dilaksanakan hari ini dapat semakin memperkuat ekspor produk pertanian indonesia sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Denmark.

Recent Posts

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

10 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

1 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

1 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

1 hari yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

1 hari yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

1 hari yang lalu