PENDIDIKAN

Nadiem Makarim Minta Doa Gurunya Agar Bisa Membangun Pendidikan di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2021 menyisakan kesan tersendiri tak hanya bagi para guru, tetapi juga bagi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Selain bisa bersilaturahmi dengan guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia, Menteri Nadiem juga berkesempatan untuk bernostalgia dengan tiga orang guru masa kecilnya dari SD Al Izhar, Pondok Labu, Jakarta.

“Wah, saya senang sekali, sudah berapa lama, ya, kita tidak bertemu? Sepertinya sejak umur (saya) 12 (tahun), ya?” tanya Mendikbudristek yang terkejut ketika dipertemukan dengan guru-guru Sekolah Dasar (SD)-nya pada Puncak Acara HGN 2021 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Langsung dijawab oleh Anwar Ahmad, guru kelas VI Nadiem, “25 tahun!”

Tak banyak yang tahu, bagaimana sosok Mendikbudristek di masa lalu. Ternyata ia adalah sosok yang ceria, menyenangkan, dan sangat kritis. Itulah kesan yang paling membekas tentang Nadiem di mata guru-gurunya.

Menurut Nadiem, banyak pertanyaan menarik yang tak terduga disampaikan Nadiem kecil kala itu.

“Tapi itu membuat kami para guru belajar lagi. Biasanya, saya ajak Nadiem untuk bersama-sama mencari jawabannya di perpustakaan sekolah,” ungkapnya.

Saat berbincang di atas panggung bersama tiga guru SD-nya, Menteri Nadiem kembali dikejutkan dengan foto-fotonya bersama teman-teman sekolahnya yang ditampilkan di layar.

Jika ada hal yang selalu diingat Mendikbudristek hingga kini adalah kegigihan guru-gurunya dalam mendidik dan selalu memberi ruang baginya untuk berekspresi. Di situlah Nadiem kecil merasa dihargai sebagai seorang siswa.

“Karena banyak guru-guru yang kalau anaknya banyak nanya, justru tidak suka. Trus dituduh tidak pintar, atau malah mereka jadi frustasi sama anaknya,” kata Nadiem.

Bahkan, karena seringnya bertanya di kelas, Menteri Nadiem mengaku sempat dituduh terlalu banyak bertanya. Namun, guru Sakinah beralasan Nadiem kecil gemar bertanya karena berani mengajukan berbagai ide dan inovasi baru yang sangat menarik.

“Saya selalu gemas dengan tampilannya (Nadiem) yang selalu ceria, cemerlang, dan tidak pernah berwajah sedih,” kenang perempuan yang biasa dipanggil Ina ini.

Melihat Nadiem sekarang menjadi Mendikbudristek, tidak membuat heran guru Anggerina Nutriana. Sejak dulu, karakter kepemimpinan itu melekat pada diri Nadiem Anwar Makarim.

“Itu sudah terlihat sejak di kelas III,” ungkap guru yang biasa dipanggil Bu Nina itu.

Lebih lanjut, Bu Nina mengatakan, saat duduk di bangku kelas III, bakat Nadiem bernegosiasi sudah terlihat. Ceritanya saat itu ada kegiatan donor darah di sekolah tapi tidak ada satupun guru kelas III yang mendonor. Nadiem kecil membujuk Bu Nina untuk mau mendonorkan darahnya.  Meski harus bernegosiasi dengan tim medis, Nadiem tak menyerah hingga akhirnya Bu Nina saat itu diizinkan untuk menjadi pendonor. 

Menteri Nadiem berterima kasih atas bimbingan dan pendidikan di masa kecilnya yang menjadi modal baginya di masa depan.

“Terima kasih atas jasa-jasa Bapak dan Ibu mendidik saya dan mentolerir segala kekurangan saya. Doakan saya, semoga saya bisa berkontribusi bagi dunia pendidikan,” pinta Nadiem pada ketiga gurunya.

“Mudah-mudahan berhasil ya,” sambung Bu Nina.

Bagi Mendikbudristek, mengenang masa lalu, mengingat dari mana ia bertemu dengan guru-guru masa kecilnya ataupun saat ia berjumpa dan berdiskusi dengan guru-guru honorer atau guru penggerak, telah menjadi pendorong untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar.

“Mengenang masa lalu saya, melihat dari mana kita datang, melihat guru-guru yang menyentuh kita selama hidup kita, itulah alasan utama kami (bekerja) di Kemendikbudristek,” kata Nadiem. 

“Ini adalah misi yang terpenting sekarang. Bukan misi pemerintahan tapi misi gerakan, yaitu misi Merdeka Belajar,” tutup Menteri Nadiem.

Recent Posts

Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

MONITOR, Jombang — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan tugas membantu…

20 jam yang lalu

Pasangin Resmi Meluncur, Bangun dan Renovasi Rumah Kini Lebih Praktis dalam Satu Platform

MONITOR, Jakarta — Membangun rumah impian kerap menjadi proses yang kompleks. Mulai dari menentukan desain,…

20 jam yang lalu

Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulihan…

1 hari yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

2 hari yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

2 hari yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

2 hari yang lalu