Menko Polhukam RI Mahfud MD/ dok: CNN
MONITOR, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD menyayangkan adanya isu liar yang menuntut agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan, pasca tertangkapnya salah satu anggota MUI pusat.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini meminta agar publik tidak memprovokasi dan menuding Densus 88 menyudutkan MUI. Apalagi mendesak agar MUI dibubarkan karena isu terorisme.
“Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas petistiwa,” kata Mahfud MD dalam keterangannya, Minggu (21/11/2021).
Dikatakan Mahfud, kedudukan MUI sangat kokoh karena sudah disebut dalam beberapa peraturan perundang-undangan.
Misalnya, kata Mahfud MD, dalam UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (Pasal 1.7 dan Pasal 7.c). Demikian juga dalam Pasal 32 (2) UU UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Menurut Mahfud, posisi MUI kuat tak bisa sembarang dibubarkan.
Demikian juga berlaku bagi kasus penangkapan oknum MUI sebagai terduga teroris.
“Teroris bisa ditangkap dimanapun, di hutan, mall, rumah, gereja, masjid, dll. Kalau aparat diam dan terjadi sesuatu bisa dituding kecolongan. Akan ada proses hukum dan pembuktian secara terbuka,” pungkasnya.
MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…
MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…
MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…