PENDIDIKAN

Depok Terbitkan Pedoman PTM Terbatas, Poin Empat Curi Perhatian

MONITOR, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443/644-Huk/Satgas tentang penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) bagi orang tua atau wali murid.

Dalam SE yang diterbitkan pada Rabu (10/11/2021), berisi hal-hal yang perlu diperhatikan para orang tua saat anaknya mengikuti PTMT.

SE tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang menyatakan bahwa PTMT dapat dilakukan sesuai protokol Kesehatan oleh satuan pendidikan yang melaksanakan PTMT dengan kapasitas maksimal 50 persen. Serta berpedoman pada Peraturan Wali Kota Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Terdapat sembilan poin penting yang harus diperhatikan orang tua siswa ketika PTMT. Antara lain:

  1. Memastikan kondisi anak dan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat.
  2. Memastikan anak sebelum berangkat sekolah telah melakukan sarapan dengan gizi seimbang.
  3. Memastikan anak menggunakan masker dengan baik dan benar sejak berangkat dari rumah.
  4. Menyiapkan bekal minuman bagi anak dan tidak memberikan uang jajan.
  5. Menyiapkan masker cadangan, cairan hand sanitizer, peralatan belajar, dan peralatan ibadah bagi anak, sehingga tidak akan saling pinjam meminjam peralatan pribadi tersebut selama proses pembelajaran.
  6. Mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Jika tidak dapat melakukan hal tersebut secara pribadi, pastikan siswa langsung pulang ke rumah selesai masa pembelajaran.
  7. Memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan selama di perjalanan dan sekolah.
  8. Konsisten menerapkan protokol kesehatan ketika anak sampai di rumah, dengan cara melepaskan alas kaki, meletakkan barang-barang yang dibawa di luar ruangan dan melakukan desinfeksi terhadap barang tersebut. Kemudian, mengarahkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun, membersihkan badan (mandi) dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi fisik dengan orang lain di rumah.
  9. Jika anak atau anggota keluarga lain mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilang indera penciuman) atau ageusia (hilangnya kemampauan indera perasa), anak diminta wajib lapor kepada orang tua, sekolah, dan Puskesmas, serta tidak mengikuti kegiatan PTMT untuk sementara waktu.

Recent Posts

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

3 jam yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

7 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

7 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

15 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

15 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

15 jam yang lalu