POLITIK

Stafsus Presiden Ajak Mahasiswa Rumuskan Regulasi Politik Pemerintahan

MONITOR, Jakarta – Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Aminuddin Maruf, mengajak mahasiswa politik Indonesia untuk ikut merumuskan regulasi politik pemerintahan. Ini dilakukan agar stabilitas politik dan pemerintahan yang efektif terus terjaga.

Pasalnya, dikatakan Amin, stabilitas politik merupakan syarat mutlak bagi negara mana pun untuk maju menjadi the great power nation. Hal ini disampaikan Amin saat membuka Seminar Nasional Kongres Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) ke-IV, di Jakarta, Selasa 9 November 2021.

Amin mengatakan, dalam menghadapi perkembangan jaman, tentu saja pemerintah perlu banyak masukan-masukan, terutama mahasiswa politik dalam menata regulasi politik pemerintah.

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menguraikan, era Gerakan Mahasiswa tahun 1998 menghantarkan Indonesia pada demokratisasi politik, setelah era otoritarianisme. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada tantangan besar di dalamnya.

“Demokrasi telah memberikan harapan bagi semua. Rakyat kecil pun bisa jadi presiden. Tapi tantangannya juga tidak main-main. Hari ini negara di hadapkan pada volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas,” jelasnya.

Makanya, dia mengajak para mahasiswa politik di Indonesia untuk memberikan formula atau rumusan regulasi politik kepada pemerintah. Amin mengungkapkan Indonesia sebenarnya berpotensi menjadi negara besar. Memiliki pertumbuhan tertinggi di G20, konsolidasi politik yang matang, bonus demografi, dan dipercaya menjadi presidensi G20.

“Itu semua membuat Indonesia semakin diperhitungkan di dalam konstelasi politik global,” katanya.

Kata Amin, Sejarah membuktikan, Indonesia punya potensi dan mampu #AmbilPeran dalam perubahan besar. “Kita mampu menjadi pionir dalam perubahan besar revolusi teknologi bahkan kita menjadi pemimpin unicorn di Asia Tenggara,” katanya.

Di tengah semua potensi tersebut, Amin mengatakan maju tidaknya Indonesia bergantung kepada para pemuda, mahasiswa hari ini. “Semuanya tergantung kita sebagai pemuda. #AmbilPeran atau melipat tangan. #AmbilPeran kita hari ini akan menjadikan Indonesia Superpower pada 1 abad kemerdekaan,” tutupnya.

Recent Posts

DPR RI dan Parlemen Inggris Perkuat Diplomasi Konservasi

MONITOR, Jakarta – DPR RI menerima kunjungan delegasi United Kingdom All-Party Parliamentary Group (APPG) on…

3 jam yang lalu

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

15 jam yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

19 jam yang lalu

Lonjakan Arus Libur Paskah 2026, Jasa Marga Catat 210 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…

19 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan adalah Benteng Terakhir Daya Tahan Bangsa

MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…

20 jam yang lalu

Wamen UMKM: Diplomasi Maritim Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…

24 jam yang lalu