Ketua Majelis Ulama Bidang Hubungan Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim/ dok: Republika
MONITOR, Jakarta – Gagasan pemikiran zakat bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak harus mendapatkan perhatian bersama. Ketua Komisi Hubungan Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, menyarankan agar isu tersebut diawal ketat serta disampaikan kepada MUI pusat.
“Jika isu ini tidak dikawal ketat, maka akan lewat. Saran saya berikan ini kepada MUI,” ujar Sudarnoto Abdul Hakim, dalam diskusi Bedah Pemikiran ‘Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak; Perspektif Ulama Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Jumat (22/10/2021) yang digelar PSIPP ITBAD Jakarta bersama LAZISMU dan JIB.
Menurut Sudarnoto, isu tersebut luput dari perhatian negara karena belum ada yang menyampaikan secara serius. Bahkan dikatakan Sudarnoto, Menteri Agama perlu memberikan perhatian besar terhadap zakat bagi korban kekerasan lantaran isu ini mencakup wilayah agama dan kemanusiaan.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menegaskan, upaya memberikan perhatian kepada kemanusian menunjukkan Islam itu sejalan dengan gagasan modern dan konsep demokraasi, sebab demokrasi tidak hanya sebatas prosedur politik, melainkan juga mengatur implementasi nilai-nilai kemanusiaan.
“Ini menjadi tanggungjawab negara, jangan sampai negara tutup telinga, tutup hati dan mata terhadap persoalan anak-anak dan perempuan yang sedemikian rupa diperlakukan tidak sepatutnya, jelas ini kejahatan,” tegasnya.
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…
MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…
MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…