Rekaman video Mensos Tri Rismaharini memarahi salah seorang pejabat di Gorontalo
MONITOR, Gorontalo – Aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali menjadi sorotan publik. Dimana beredar sebuah video di media sosial yang menunjukkan mantan Walikota Surabaya itu memarahi pejabat di Gorontalo.
Berdasarkan sejumlah keterangan, kemarahan Risma itu dipicu karena adanya perbedaan laporan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat dan data-data yang disampaikan oleh pejabat Kementerian Sosial.
Tampak jelas, seorang pria yang diduga merupakan pendamping PKH berdiri di sisi depan sebelah kanan saat Risma sedang berbicara, sembari ia sesekali melihat handphone yang dia pegang. Risma pun merespons pernyataan pria tersebut.
“Jadi bukan kita coret ya,” kata Risma sambil memegang mikrofon, seperti dalam video.
Namun tiba-tiba perhatian Risma tertuju ke pria yang berada di sisi depan sebelah kirinya. Politikus PDIP ini lalu jalan mendekati pria yang terlihat mengenakan kemeja merah, sambil menunjuk menggunakan benda seperti pulpen.
Kemarahan Risma ini dipicu ketika salah satu pendamping PKH menjelaskan ada warganya yang terdata, tapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi. Risma diduga tak terima pihaknya disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran
“Tak tembak kamu ya, kamu tak tembak ya,” ucap Risma dengan suara keras.
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi…
MONITOR, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata dipicu oleh…
MONITOR, Jakarta - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo,…
MONITOR, Jakarta - Keberhasilan Bank Indonesia tidak cukup diukur dari capaian indikator kinerja yang melampaui…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2…