PERTANIAN

Panen Raya Kacang Hijau, Bupati Kudus: Ini Komoditas Pangan Potensial

MONITOR, Kudus – Kabupaten Kudus adalah satu satu Kabupaten yang mempunyai potensi andalan di sektor pertanian. Saat ini Kab. Kudus melakukan pengembangan usaha tani kacang hijau sebagai komoditas pangan potensial melalui dukungan fasilitasi baik sarana produksi, pendampingan serta jejaring kemitraan off taker ke jenjang bisnis skala lebih besar dan modern.

Bupati Kudus, Hartopo mengatakan kacang hijau menjadi komoditas pangan potensial yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikannya saat melakukan panen kacang hijau di Desa Larikrejo,Kabupaten Kudus.

“Saya bangga di Kudus ada potensi andalan dari sektor pertanian, yakni kacang hijau. Harga kacang hijau saat ini Rp 17 ribu per kilogram dan ini menjadi berkah tersendiri bagi petani. Saya berharap ini bisa menjadi role model pertanian bagi daerah lain,” ucap Hartopo.

Lebih lanjut Hartopo mengungkapkan, “Kacang hijau yang dipanen saat ini merupakan benih bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dari alokasi APBN sebanyak 2.250 kilogram. Dengan jenis varietas Vima 1. Varietas ini memiliki keunggulan lebih cepat panen dibanding varietas yang lain,” ungkap Hartopo.

Kepala Subdit Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanamn Pangan Kementan Rahayu Dwikorawati mengatakan Kementan terus memacu pengembangan komoditas kacang hijau di Indonesia dengan mengalokasi bantuan benih dan pupuk secara bertahap ke berbagai daerah.

“Kabupaten Kudus merupakan salah satu kabupaten sentra kacang hijau di Provinsi Jawa Tengah,“ jelasnya.

“Pada tahun 2021 Kab. Kudus mendapat alokasi kegiatan APBN kacang hijau seluas 166 ha di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Undaan seluas 140 ha dan Kecamatan Bae seluas 26 ha,” tambah Rahayu.

Selanjutnya Rahayu menjelaskan, “Potensi luas panen Kabupaten Kudus seluas 4.065 ha akan panen pada bulan September dan Oktober dengan provitas panen sebesar 1,5 ton (polong kering) per hektar setara produksi 3.232, 1 ton biji kering,” kata Rahayu. Gapoktan Tani Rejo, Desa Larikrejo mendapatkan alokasi 90 ha. Adapun paket bantuan yang diberikan berupa benih 25 kg/ha) dan pupuk NPK 50 kg/ha. Hal ini diharapkan dapat memotivasi petani kacang hijau.

“Adanya potensi dan kualitas hasil panen yang baik di Kabupaten Kudus menjadi tindaklanjut pengembangan usaha tani kedepan sehingga petani bisa bermitra dalam pengembangan kegiatan ekspor kacang hijau konsumsi serta merintis penangkar benih kacang hijau di musim tanam selanjutnya,” tandas Rahayu.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan Kementan pada tahun 2021 mengalokasikan kegiatan pengembangan kacang hijau seluas 5.000 Ha. Hal tersebut sesuai dengan Kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Cara Bertindak ke-2 (CB-2) dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020-2024 yaitu Diversifikasi Produksi dan Konsumsi.

“Potensi kacang hijau sangat bagus dan ini yang terus kita dorong “kata Suwandi. “

Melalui pengembangan kacang hijau diharapkan diversifikasi pangan dimasyarakat dapat dilakukan dan kesejahteraan petani pun dapat turut ditingkatkan,” tegasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Apresiasi Cara UKB Bandar Lampung Siasati Biaya Kemasan

MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…

14 jam yang lalu

Personel RI yang Tewas di Lebanon Bertambah, DPR Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…

15 jam yang lalu

Debt Collector Tipu Ambulans-Damkar untuk Tagih Utang, Legislator: Pidanakan karena Bahayakan Nyawa Orang!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…

15 jam yang lalu

Siswa di DIY Dikeroyok Hingga Tewas, Komisi III DPR Dorong APH Petakan Kelompok Berisiko

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…

15 jam yang lalu

Lompatan Global Fikes UIN Jakarta: Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN Tanpa Syarat hingga 2030

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…

16 jam yang lalu

Perkuat UMKM Pertanian, Kementerian UMKM Dorong Akses Pasar dan Pembiayaan

MONITOR, Denpasar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor…

16 jam yang lalu