MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah yang diselenggarakan di Kampung Ceger, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (2/8).
Mengusung semangat kebersamaan, rangkaian harlah diawali dengan gerak jalan santai yang diikuti ribuan santri, alumni, guru, orang tua santri, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperingati perjalanan seperempat abad Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah Dr. KH. M. Sobron Zayyan, SQ., M.A., jajaran pengurus yayasan, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, serta berbagai unsur masyarakat Kota Tangerang Selatan.
Dalam sambutannya, KH. Sobron Zayyan mengajak seluruh keluarga besar Al-Qur’aniyyah untuk menjadikan usia ke-25 sebagai momentum memperkuat kualitas pendidikan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kontribusi pesantren dalam membangun masyarakat.
Gerak jalan santai yang menjadi pembuka rangkaian Harlah ke-25 berlangsung semarak. Selain menjadi sarana olahraga dan kebersamaan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ratusan pelaku usaha mikro memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak makanan, minuman, jajanan, dan berbagai produk lainnya di sekitar lokasi acara.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, mengapresiasi penyelenggaraan Harlah ke-25 yang tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pesantren memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar lembaga pendidikan. Ketika pesantren menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti Harlah ini, dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM. Kehadiran ribuan peserta menciptakan permintaan terhadap makanan, minuman, transportasi, hingga berbagai produk lokal sehingga roda ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Reghi.
Menurut Reghi, kegiatan keagamaan dan sosial yang diselenggarakan pesantren merupakan bagian dari ekonomi berbasis komunitas (community-based economy) yang perlu terus didorong karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
“Harlah pesantren membuktikan bahwa sebuah kegiatan sosial dan keagamaan juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Semakin banyak masyarakat yang hadir, semakin besar pula peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperoleh pelanggan baru. Inilah bentuk ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari kebersamaan,” katanya.
Reghi menambahkan, Kementerian UMKM terus mendorong agar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, baik yang diselenggarakan oleh pesantren, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, maupun pemerintah daerah, memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.
“Setiap kegiatan yang menghadirkan massa seharusnya juga menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM. Dengan demikian, manfaat sebuah acara tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Ia juga menilai pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan kewirausahaan santri, koperasi pesantren, serta kemitraan dengan pelaku UMKM.
Peringatan Harlah ke-25 Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya berperan dalam mencetak generasi berakhlak, tetapi juga mampu menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat. Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut, pesantren turut berkontribusi memperkuat ekosistem UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…
MONITOR, Jakarta - Tuan rumah tampil memukau di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama telah menyiapkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa…
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menegaskan pembentukan Tim Preventive Strike oleh…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga…
MONITOR, Jakarta – Aktivis pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia Raya (PERINDRA) melakukan aksi unjuk…