PERTANIAN

Kementan Dorong Pendayagunaan Singkong untuk Cadangan Pangan Keluarga dan Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta masyarakat mempunyai inovasi dalam pendayagunaan singkong untuk cadangan pangan Keluarga dan masyarakat.

Tanggung jawab Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menyerap kelebihan produksi. Bagaimana tugas kita menumbuhkan demand singkong ini supaya meningkat harga jualnya, kata Arifin Lambaga ketua MSI pada acara webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan.

Menurut Kapus Cadangan Logistik Strategis Kemenhan, Brigjen Marrahmat, saat diwawancara hari Minggu (3/8) menyebutkan target cadangan logistik strategis seluas 1 juta hektar kebun singkong.

Cadangan Pangan Strategis Nasional digunakan sebagai cadangan pangan 10,2 juta ton karbohidrat berupa tapioka dan MOCAF, atau setara 98 milyar bungkus mie atau 1 bungkus mie singkong untuk setiap rakyat Indonesia setiap hari.

Industry singkong ia Yakini akan mampu menyerap lapangan kerja baru sebanyak 67,4 ribu orang dengan cara memperkerjakan tenaga kerja terlatih dan disiplin untuk melaksanakan kegiatan perkebunan singkong.

“Maka peningkatan devisa negara sebanyak 26 Trilyun per tahun, berpotensi untuk mampu meningkatkan devisa negara,” ujar Marrahmat

Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional, komoditi singkong menjadi pilihan, hal ini karena singkong mudah tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, dapat tumbuh pada lahan yang marjinal dan tidak memerlukan system irigasi kompleks, merupakan salah satu sumber karbohidrat yang baik untuk cadangan pangan, bersifat gluten free, memiliki aplikasi ang luas pada produk, dan turunanya termasuk untuk keperluan medis maupun energi.

Sementara itu, menurut Achmad Subagio dari Universitas Jember strategi pengembangan singkong sebagai cadangan pangan semesta yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Cadangan pangan semesta yang melibatkan keluarga dan masyarakat perlu dikembangkan.

“Beberapa hal yang perlu kita wujudkan antara lain upaya-upaya untuk menahan konservasi lahan pertanian pangan berkelanjutan sulit untuk dilakukan. Perlu segera memiliki cadangan pangan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan peperangan, wabah penyakit dan bencana alam berkepanjangan,” ujarnya.

Maka dari itu menurutnya perlu dilakukan strategi pengadaan cadangan pangan melalui upaya : mandiri pemerintah dengan membangun Food Estate milik pemerintah dan mengembangkan cadangan pangan semesta yang melibatkan keluarga dan masyarakat.

Adapun bentuk produk untuk cadangan pangan bisa berupa produk antara atau setengah jadi, yaitu Mocaf berbentuk tepung, Singsaras yaitu bentuk sawut kering yang dapat disimpan dalam jangka 6 sampai 12 bulan, Singkong goreng beku berbentuk irisan panjang yang disimpan dalam bentuk beku. Sedangkan produk jadi antara lain Mie Kering/Instant, Bubur Bongkah, sosis asap kering, dan kerupuk kering.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyampaikan bahwa pemanfaatan singkong sebagai salah satu konsep Menteri SYL tentang 5 cara bertindak, salah satunya adalah diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan singkong. Tidak hanya diversifikasi produksi tapi juga konsumsi, ujar Suwandi.

Kementan selama ini sudah memapping sentra singkong sampai dengan hilirnya. Tahun 2019 ada luas panen sekitar 628 ribu ha dengan produksi 16,35 juta ton.

Semua bagian tumbuhan ini bisa diolah untuk makanan dan saya usul materi webinar berikutnya langsung di lokasi pengolahan mocaf sehingga peserta bisa melihat sendiri processingnya, kata Suwandi.

Kinerja produksi singkong terus mengalami peningkatan mulai tahun 2018 terlihat dengan peningkatan sebesar 1,51%. Adapun lima provinsi dengan produksi singkong paling tinggi pada tahun 2018 adalah Lampung , Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Produktivitas singkong secara nasional fluktuatif, rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebesar 23,99 ton/ha. Kembali Suwandi meminta petani mempunyai inovasi dalam pendayagunaan singkong untuk cadangan pangan Keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta keluarga yang sehat dan sejahtera, tandasnya

Recent Posts

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

9 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

9 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

12 jam yang lalu

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

12 jam yang lalu

Komisi XI DPR: UU P2SK yang Baru Perkuat Tata Keuangan RI di Tengah Kemajuan Zaman

MONITOR, Jakarta - DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan…

12 jam yang lalu

Warga Sangihe Terisolasi Akibat Gempa Dahsyat di Sulut, Puan Dorong Ketangguhan Bencana di Pulau Terluar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa…

12 jam yang lalu