MEGAPOLITAN

Depok Kembali Raih Predikat Kota Layak Anak

MONITOR, Depok – Kota Depok berhasil mempertahankan predikat Nindya pada ajang penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2021 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Dengan raihan tersebut, maka Kota Sejuta Maulid tersebut telah meraih predikat yang sama sebanyak empat kali secara berturut-turut, yaitu pada 2017, 2018, 2019, dan 2021.

“Memang ada sebuah ungkapan, menuju puncak itu mudah, tapi kalau sudah ada dipuncak itu lebih sulit. Alhamdulillah kita bisa mempertahankan predikat Nindya ini, terlebih dalam kondisi Covid-19, ini sungguh luar biasa,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balai Kota, dikutip Jumat (30/07).

Dikatakannya, sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi tersebut, pihaknya akan memberikan pendampingan khusus kepada anak-anak yang kedua orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

Rencananya, pemberian pendampingan diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Depok tahun 2021.

“Nanti kita juga akan membuat lembaga konsultasi untuk anak-anak yang bapak-ibunya meninggal dunia kerena Covid-19,” ucapnya.

Terakhir, Mohammad Idris berharap, Kota Depok dapat terus berkembang sebagai Kota Layak Anak. Baik pada sisi program, perhatian kepada anak, serta infrastruktur untuk anak.

“Infrastruktur yang mendukung kegiatan anak-anak kita, termasuk mereka yang disabilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) KLA, Widyati Riyandani berharap dua tahun mendatang Kota Depok dapat masuk pada kategori utama KLA. Sebab, imbuhnya, hingga kini belum ada satupun kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang meraih predikat utama.

“Ikhtiar, doa, dan sinergisitas antara Perangkat Daerah (PD), masyarakat, dunia usaha, media, perguruan tinggi itu harus jalan supaya kita mencapai predikat utama. Kuncinya seperti itu,” tambahnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

11 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

14 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

15 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

16 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

17 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

19 jam yang lalu