PERTANIAN

Distribusi Benih Kunci Pengembangan Mutu Benih

MONITOR, Jakarta – Tersedianya benih bersertifikat yang cukup melalui produksi benih yang dilakukan oleh produsen benih (penangkar dan industri benih) merupakan salah satu upaya untuk mencapai swasembada pangan. Dalam upaya penyediaan benih bersertifikat, salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu prosesing, pengemasan, dan penyimpanan benih untuk menjaga mutu benih agar tetap baik hingga tiba di konsumen.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, sistem perbenihan dibentuk dari 3 (tiga) sub sistem, diantaranya sub sistem produksi benih, sub sistem distribusi/peredaran benih, dan sub sistem pemanfaatan benih. Hal ini ia sampaikan saat memandu Webinar dengan tema “Teknologi Prosesing, Kemasan, dan Penyimpanan Benih dapat Menjaga Mutu Benih Tanaman Pangan dalam Penyediaan Benih”, Kamis (8/7).

“Kuncinya sistem distribusi. Benih dikemas secara baik, ada standarnya, Kualitas plastik (media penyimpanan) juga ada standarnya. Perawatan dan pengangkutan benih mempengaruhi kualitas benih hingga sampai ke petani.”

Benih merupakan komoditas agribisnis yang menjadi salah satu komponen penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan. Benih dapat memberikan manfaat yang optimal apabila benih yang digunakan adalah benih varietas unggul bersertifikat, yaitu benih unggul yang telah dilepas oleh pemerintah dan dalam proses produksinya terdapat teknologi prosesing, pengemasan, dan penyimpanan, melalui proses sertifikasi serta memenuhi standar mutu yang berlaku.

Koordinator Kelompok Pengembangan Produksi Benih Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Suharyanto, mengungkapkan, dengan adanya program usaha peningkatan produksi di setiap komoditas yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian, dapat mengindikasikan bahwa kebutuhan potensial benih bermutu, cukup besar. “Sehingga ini menjadi peluang pasar bagi produsen, baik penangkar maupun produsen besar yang bergerak di bidang perbenihan,” ujarnya.

Perlu upaya penyediaan benih bermutu bersertifikat tentunya dengan prinsip 6 tepat, yaitu tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, harga, dan lokasi, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan untuk mencapai swasembada pangan. “Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya bahwa dalam produksi benih bersertifikat dibutuhkan kompetensi SDM yang handal, dari seluruh stakeholder terkait, baik penangkar, industri benih, maupun PBT,” imbuh Suharyanto.

Recent Posts

Pembangunan Masjid PPG, Dekan FITK UIN Jakarta tegaskan Visi Besar Ekosistem Akademik dan Spiritual Kampus

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus menunjukkan…

4 jam yang lalu

Komisi Bidang Anak DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Jangan Tutup Mata pada Sistem yang Gagal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq mengecam keras kasus kekerasan…

8 jam yang lalu

Komisi IV DPR Tegur Bulog yang Belum Tuntaskan Realisasi Bantuan Pangan Februari-Maret

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyayangkan ketidakmampuan Bulog…

8 jam yang lalu

Ketua DPR Berduka untuk Korban Kecelakaan KRL, Minta Keamanan Jalur Kereta Ditingkatkan

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa kepada korban insiden kecelakaan kereta…

8 jam yang lalu

Didorong LPDB, Koperasi Tanaoba Lais Manekat Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Transformasi koperasi di Indonesia Timur terus bergulir. Tidak sekadar entitas bisnis, koperasi…

8 jam yang lalu

RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China

MONITOR, Minahasa Selatan – Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil…

9 jam yang lalu