Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati
MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyusunan RAPBN 2022 dilakukan ditengah faktor ketidakpastian yang tinggi di masa pandemi. Tentunya, kata dia, pencapaian tersebut tidaklah mudah.
“Meski indikator ekonomi hingga Semester 1 tahun 2021 menunjukkan momentum pemulihan ekonomi yang menguat, kita tidak boleh lengah,” kata Sri Mulyani mengingatkan, Rabu (7/7/2021).
Ia menjelaskan kebijakan counter cyclical ditempuh untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan penguatan reformasi struktural, serta mendukung target pembangunan.
Selain itu, pengelolaan fiskal juga akan dikelola secara pruden dan berkelanjutan dengan konsolidasi fiskal secara bertahap, dan defisit diharapkan dapat kembali ke maksimal 3 persen dari PDB pada 2023.
“Berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik, serta i’tikad baik untuk mempercepat pemulihan ekonomi, penyampaian hasil laporan pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2022 dan RKP 2022 antara Pemerintah dan Banggar DPR RI dapat diterima dalam Sidang Paripurna DPR RI,” tuturnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…
MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…
MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…