PERTANIAN

Jelang HBKN, Kementan Optimis Stok dan Harga Cabai Aman

MONITOR, Lumajang – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus melakukan terobosan baru untuk menggenjot pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga peningkatan ekspor, khususnya komoditas hortikultura yang berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional ketika pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto mengakui bahwa dirinya kini terus berada di lapangan. Pada kunjungan kerjanya ke korporasi cabai di Kecamatan Pasuruan, Kab.Lumajang-Jawa Timur, Prihasto mengapresiasi petani yang sudah membuat cetakan soil block dalam penyemaian benih cabai. Pasalnya temuan petani ini bisa mempersingkat proses budidaya dibandingkan menggunakan polibag kecil.

Sistem pembenihan semacam ini mengurangi penggunaan plastik yang bisa mencemari lingkungan.

“Ini menarik, dan bisa dicontoh oleh petani-petani yang lainnya. Apalagi ini sangat ramah lingkungan karena menghindarkan penggunaan plastik”, terangnya.

Dirjen Hortikultura juga mengungkapkan bahwa pertanaman cabai di daerah-daerah sentra produksi saat ini semakin baik. Dalam kunjungannya hari ini (24/06 /2021) Prihasto sangat optimis harga cabai akan tetap stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Insya Allah menjelang HKBN, cabai rawit merah dan khususnya cabai besar ini aman, cuma mungkin sedikit distorsi, tapi harga di petani cukup baik. Pemerintah pasti akan melakukan apapun untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok”, tegasnya.

Sebagaimana diketahui, harga cabai rawit merah di tingkat petani berada di kisaran Rp. 30 ribu dan harga cabai merah besar sekitar Rp. 18 ribu per kilogram. Harga ini disinyalir sudah menguntungkan petani dan terjangkau di tingkat konsumen.

Kebangkitan budidaya cabai juga ditengarai oleh hadirnya koperasi petani. Koperasi ini akan menjadi off taker bagi semua anggota dalam budidaya cabai. Segala bentuk saprodi, benih, pupuk, dan obat-obatan ditanggung oleh koperasi, nantinya anggota akan membayar saat panen.

Dalam pemasaran, Koperasi Sri Lestari telah bermitra dengan PT. Indofood. Total pertanaman yang dimitrakan mencapai 70 hektar per tahun yang diatur pola tanamnya. Saat ini Koperasi Sri Lestari mampu mengirimkan cabai besar minimal 4-10 ton per minggu (dikirim 2 kali), dengan harga kemitraan antara koperasi dengan indofood minimal Rp.13.500

Recent Posts

‎Kementerian UMKM Terbitkan Permen No 3 Tahun 2026 Lindungi Seller Online

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) UMKM…

46 detik yang lalu

IPW Apresiasi Polda Jabar Tangkap Tersangka Penyiksaan dan Penyekapan YTR, Desak Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

MONITOR, Jakarta – Indonesian Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)…

9 jam yang lalu

Jangan Korbankan Cadangan Strategis Demi Smelter, Pemerintah Diminta Konsisten Batasi Produksi Nikel

MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih meminta Pemerintah Indonesia tidak menambah kuota produksi nikel pada tahun…

12 jam yang lalu

Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan

MONITOR, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas…

14 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Minta Pelaku Penyekapan Perempuan Dihukum Berat, Dorong Polri Tingkatkan Keamanan Warga

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar pelaku kasus penyekapan…

15 jam yang lalu

Pemadaman Listrik Bergilir Masih Pelik, Legislator Minta Pejabat yang Bertanggung Jawab Mundur!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kembali meminta PT PLN (Persero)…

15 jam yang lalu