Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninggalkan ruang sidang seusai memberi kesaksian untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP Elektronik (KTP-el) di Pengadilan Tipikor, Jakarta (dok: Antara)
MONITOR, Jakarta – Kendati tak didukung oleh partainya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), peluang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024 masih terbuka lebar.
Berdasarkan survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), potensi Ganjar Pranowo sebagai capres tetap tinggi karena dukungan dari pemilih partai-partai lain.
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, mengatakan survei yang dilakukan 21-28 Mei 2021, tim peneliti mewawancarai langsung 1220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh Indonesia. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1072 atau 88%. Sebanyak 1072 responden ini yang dianalisis. Margin of error penelitian diperkirakan 3,05%.
Kata Saidiman, SMRC berusaha melihat seberapa besar peluang Ganjar menjadi capres bila namanya tidak diusung oleh PDIP.
“Analisis berita dan sikap elite partai menunjukan bahwa sementara ini Ganjar belum atau tidak akan dicalonkan PDIP. Bahkan l, santer terdengar bahwa PDIP dan Gerindra mungkin sekali akan memajukan nama pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dalam kontestasi kepresidenan 2024,” ujarnya.
Di pihak lain, PKS dan Nasdem kemungkinan akan mencalonkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. “Dan bila calon hanya ada dua, yaitu Prabowo versus Anies, maka pertarungan menjadi sangat ketat dan belum bisa diperkirakan hasilnya sekarang,” terangnya.
Karena itu, SMRC berusaha melihat perolehan suara Ganjar bila suara pemilih PDIP tidak disertakan.
Dalam simulasi dengan mengabaikan pemilih PDIP, dan dalam posisi pemilih tahu tiga nama capres (Ganjar, Prabowo, dan Anies), Ganjar mendapat suara 35,3%, Prabowo 30,8%, dan Anies 25,5%.
Ganjar tanpa PDIP mendapat dukungan dari partai lain di luar PDIP: paling banyak dari PKB (68%), Demokrat (40%), partai non-parlemen (46%), dan yang menyatakan “belum tahu” memilih partai mana (31%).
Ternyata Ganjar juga mendapat suara cukup besar dari pemilih Golkar (36%). Angka tersebut hanya sedikit di bawah Prabowo yang dipilih 41% pemilih Golkar.
Ganjar juga mendapat suara lebih baik dari pemilih Nasdem dibandingkan Anies. Sekitar 27% pemilih Nasdem menyatakan mendukung Ganjar, sementara hanya 21% pemilih Nasdem menyatakan mendukung Anies.
“Dengan demikian terlihat bahwa peluang Ganjar masih tetap besar kalaupun tidak dipilih sebagai calon oleh PDIP,” ujarnya.
“Apalagi sangat mungkin, banyak pendukung PDIP tetap memilih Ganjar daripada memilih calon yang diajukan partainya,” sambungnya.
Lanjut Saidiman, ini akan menjadi kontestasi menarik. Partai-partai lain sangat mungkin bergabung untuk bisa melewati batas presidential threshold dan memajukan mana Ganjar untuk bertarung melawan PDIP dan Gerindra yang jauh lebih besar.
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus…
MONITOR, Sadang - Atas diskresi Kepolisian, untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik dari arah…
MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat…
MONITOR, Jakarta – SETARA Institute menegaskan bahwa negara wajib menjamin hak kebebasan beragama setiap warga negara,…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung pemberlakuan sistem buka tutup Rest Area…
MONITOR, Semarang – Rekayasa lalu lintas berupa one way lokal diberlakukan di ruas Tol Semarang hingga…