PENDIDIKAN

Yuk, Intip Peluang Beasiswa di Jepang Bagi ASN!

MONITOR, Tokyo – Pemerintah Jepang melalui Ministry of Education, Cullture, Sports, Science, and Technology (MEXT) ternyata memiliki program beasiswa bagi aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia. Dengan nama Young Leaders Programme (YLP) MEXT, program beasiswa ini bertujuan untuk menghasilkan pemimpin masa depan di Asia dan negara lainnya.

Program YLP MEXT pun berkontribusi untuk membangun hubungan kerja sama yang baik antar berbagai negara, termasuk Indonesia. Melalui program ini juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perencanaan kebijakan dengan membentuk jaringan di antara pemimpin nasional antar negara melalui pemahaman yang mereka dapatkan selama menempuh studi.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo (Atdikbud KBRI Tokyo), Jepang, Yusli Wardiatno menyampaikan, Program YLP MEXT ini terbuka bagi ASN pusat maupun daerah. Beberapa ASN yang telah meraih program beasiswa ini, kata dia, di antaranya Lady Margaretha F. Sirait dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang bersekolah di Healthcare Administration di Graduate School of Medicine, Nagoya University, Syubatul Minnah dari Kementerian Sekretariat Negara yang bersekolah di School of Government (SOG) di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), dan lainnya.

“KBRI Tokyo akan berupaya agar program beasiswa YLP semakin dikenal sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi ASN yang mendaftar dan lolos seleksi di masa mendatang,” tutur Yusli di KBRI Tokyo, Jepang, Senin (7/6/2021).

Dalam program beasiswa YLP ini, semua proses pembelajaran dilakukan dengan bahasa pengantar yakni Bahasa Inggris, sehingga satu dari beberapa persyaratan memperoleh beasiswa ini adalah mempunyai sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dengan skor TOEFL ITP minimal 550 atau TOEFL IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6,0, khusus untuk program studi Administrasi Bisnis skor IELTS minimal 7,0.

Persyaratan lainnya yang dibutuhkan untuk mendaftar program beasiswa ini, yaitu 1) peserta studi merupakan pegawai pemerintah yang berasal dari negara terpilih yang diharapkan dapat berperan aktif sebagai pemimpin masa mendatang di negara asalnya masing-masing; 2) proses seleksi dilakukan melalui Kedutaan Besar Jepang di masing-masing negara, dan dibuka pendaftarannya sekitar bulan September-Oktober setiap tahunnya; 3) usia peserta tidak lebih dari 40 tahun pada saat memulai studi di Jepang; 4) peserta harus memiliki masa kerja sebagai ASN minimal 5 tahun; 5) Peserta harus memiliki ijazah S1 dari universitas yang terakreditasi di negara asal; dan 6) peserta melampirkan surat keterangan sehat terbaru sesuai format dari pemerintah Jepang.

Informasi lebih lengkapnya dapat diakses melalui laman dengan alamat www.mext.go.jp. Yuk, para ASN di Indonesia segera persiapkan persyaratan program beasiswa YLP MEXT!

Recent Posts

Solusi Migas Offshore, DPR Usul Rig Bekas Jadi Terumbu Karang Buatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan…

8 jam yang lalu

Gus Izzuddin Terpilih Pimpin GP Ansor Lumajang 2026-2030, Usung Visi Kolaboratif dan Mandiri

MONITOR, Lumajang – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lumajang resmi menetapkan…

9 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Perantau Sulsel Hibahkan Tanah Rp30 Miliar untuk Urusan Haji

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap…

12 jam yang lalu

Prabowo: NU Selalu Jadi Teladan dalam Menjaga Persatuan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan…

13 jam yang lalu

Wamenag Romo Syafi’i: Kemerdekaan Palestina Harga Mati bagi Indonesia

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan sikap pemerintah dalam mendukung kemerdekaan…

14 jam yang lalu

Rakerwil ASPIKOM Jabodetabek, Perkuat Kolaborasi 102 Prodi Komunikasi

MONITOR, Bogor - Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jabodetabek menggelar Rapat Kerja…

18 jam yang lalu