PENDIDIKAN

Semarak Hardiknas, 12 Warga Jepang Ikuti Lomba Pidato Bahasa Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memeriahkan Hari Pendidikan Nasional dengan menggelar lomba pidato bahasa Indonesia bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bersama APPBIPA Jepang. Lomba digelar daring melalui Zoom dengan tema “Pendidikan dan Pandemi” dan diikuti 12 peserta terseleksi yang dibagi dalam dua kategori yaitu kategori pelajar/mahasiswa dan kategori umum. Dewan juri adalah Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tokyo, Nuning Akhmadi; Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tokyo, Yusli Wardiatno; serta Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Jepang, Suyoto Atim.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Tokyo, Yusli Wardiatno, mengaku sulit sekali memilih pemenang. Menurutnya, penampilan semua peserta bagus-bagus dengan kemampuan bahasa Indonesia yang cukup baik dan merata. “Hanya dengan belajar Bahasa Indonesia satu tahun, sudah bisa mengekspresikan pemikirannya dan bahkan mampu membuat penonton yang orang Indonesia terkagum-kagum melihat semangatnya,” puji Yusli kepada para peserta.

“Saya harap, semakin banyak orang Jepang yang mau belajar bahasa Indonesia sehingga kita bisa mewujudkan cita-cita negara yaitu menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional pada tahun 2045 nanti,” harap Yusli Wardiatno, pada Sabtu (8/5), di Tokyo.

Dari lomba tersebut, untuk kategori mahasiswa dimenangkan oleh Natsuko Doi, kategori umum dimenangkan oleh Hitomi Kobayakawa, dan sebagai peserta favorit diraih oleh Moka Haruki, setelah melalui penilaian dewan juri dengan melihat tata bahasa, isi, kelancaran, dan beberapa kriteria lainnya. Ketiga pemenang berasal dari luar Kota Tokyo, dan karena lomba diadakan secara daring maka peserta dari luar Kota Tokyo dapat mengikutinya, suatu hal yang sulit dilakukan bila lomba pidato ini diadakan secara luring.

Lomba pidato ini dihadiri juga oleh Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Korfung Pensosbud), Meinarti Fauzie, yang menjadi juri khusus pemilihan peserta favorit, serta 18 orang pengajar dan pegiat BIPA yang tergabung dalam APPBIPA Jepang. Ketua DWP Tokyo Nuning Akhmadi, amat mengapresiasi kemampuan peserta lomba pidato, terutama mereka yang bercita-cita menjadi guru bahasa, baik bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia.

“Saya harap, peserta lomba dapat membantu membumikan bahasa Indonesia di Jepang serta dapat semakin meningkatkan hubungan people to people antara Indonesia-Jepang,” ujar Nuning.

Ketua APPBIPA Cabang Jepang, Suyoto Atim, menyatakan bahwa lomba pidato ini merupakan salah satu kerja sama dengan KBRI dalam bidang kebahasaan. Penandatanganan MOU antara KBRI dan APPBIPA Jepang akhir tahun 2020 lalu, membuat kegiatan kebahasaan di Jepang lebih terstruktur dan rutin pelaksanaannya. KBRI dan APPBIPA Jepang juga sepakat untuk menjadikan lomba pidato ini sebagai acara tahunan. “Pandemi tidak menjadi halangan karena dapat dilaksanakan secara daring,” pungkas Suyoto.

Recent Posts

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

8 jam yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

9 jam yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

15 jam yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

18 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

1 hari yang lalu

Momentum Muktamar NU ke-35, HEBITREN Buka Jalan Investasi Peternakan Berbasis Pesantren

MONITOR, JOMBANG - Momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,…

1 hari yang lalu