MALUKU-PAPUA

Pangdam Kasuari: Saya Kesini untuk Melihat Kemampuanmu

MONITOR, Sorong – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengungkapkan bahwa kemampuan prajurit di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 762/Vira Yudha Sakti (VYS) sudah luar biasa, meskipun satuan tersebut baru berdiri 4 tahun.

“Memang masih ada kekurangan, khususnya dalam hal perlengkapan dan belum seprofesional seperti satuan di luar negeri. Jadi saya datang kesini untuk melihat perlengkapanmu dan kemampuanmu,” ungkapnya saat memberikan arahan kepada para prajurit Yonif RK 762/VYS dan pelaku Latihan Persiapan Pratugas di Aula Serbaguna Yonif RK 762/VYS, Klamono, Sorong, Papua Barat, Senin (15/3/2021).

Sebagai prajurit, menurut Cantiasa, harus mampu menguasai bidang masing-masing, baik itu di level kepangkatan Perwira, Bintara maupun Tamtama.

“Pada saat kalian masuk sebagai tentara ada peluang untuk kalian, harus belajar sebaik mungkin, karena kita ini tentara, jadi harus selalu siap,” ujarnya.

Cantiasa mengaku bahwa ia mempunyai misi menjadikan Prajurit Kodam XVIII/Kasuari menjadi prajurit yang profesional dan dicintai rakyat.

“Jangan kalian ada di tengah-tengah masyarakat kalian tidak dicintai masyarakat dan tidak dibutuhkan. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan itu (profesional dan dicintai rakyat),” katanya.

“Prajurit Kodam XVIII/Kasuari harus dicintai rakyat, harus profesional, karena kalian adalah Satuan Tempur (Satpur) maka kalian harus profesional di bidang kalian sendiri, yaitu bidang tempur,” ungkap Cantiasa melanjutkan.

Kepada seluruh Prajurit Yonif RK 762/VYS dan pelaku Latihan Persiapan Pratugas, Cantiasa menegaskan kembali untuk tidak lengah saat menjalani tugas dan tetap menjaga kesehatan.

“Jangan begadang di malam hari. Gunakan waktu istrahat dengan sebaik mungkin. Juga nantinya pada saat penugasan, saya minta jangan sampai ada klaster baru penyebaran Covid-19. Para perwira, cek anak buahmu,” ujarnya.

Cantiasa juga berpesan agar Latihan Persiapan Pratugas berjalan dengan baik dan para pelaku latihan tidak pernah puas dengan hasil yang sudah didapatkan saat ini, baik dalam hal latihan fisik, menembak atau pun taktik.

“Saya juga berpesan kepada kalian untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yakinlah bahwa hidup ini adalah Tuhan yang atur. Tanah Papua adalah tanah yang diberkati dan banyak hal-hal yang perlu dipelajari di tanah ini. Kalian harus belajar berkomunikasi lintas budaya, lintas agama, sekaligus berupaya untuk memahami karakteristik budaya Papua,” katanya. 

“Saya minta jangan sampai ada yang terkena Covid-19. Jaga keamanan dan kesehatan. Tidak boleh ada pelanggaran dan tidak boleh menyakiti hati masyarakat. Jaga nama baik Kodam XVIII/Kasuari,” ungkap Cantiasa menambahkan.

Recent Posts

HUT Bhayangkara ke-80: Analis: Kepercayaan Publik Jadi Modal Kuat Polri Kawal Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…

5 jam yang lalu

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…

18 jam yang lalu

Menghidupkan Kembali ‘Roh’ Keikhlasan Guru di Tengah Badai Administrasi Digital

Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…

1 hari yang lalu

IPW: Penempatan Razman di Lapas Cipinang Sudah Sesuai Prosedur dan Pertimbangan Medis

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Fokus Kawal 5 Persen Jemaah Haji Terakhir di Madinah, Pastikan Layanan Optimal

MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…

1 hari yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI di Ruang Pendidikan

MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…

1 hari yang lalu