BERITA

Jadi Pengacara Demokrat, Bambang Widjojanto Kena Semprot Anggota DPRD DKI

MONITOR, Jakarta – Nyambi jadi kuasa hukum Partai Demokrat, Bambang Widjojanto (BW) kena semprot anggota DPRD DKI. BW yang tercatat sebagai anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bekerja sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dinilai telah melukai hati warga Jakarta dengan menjadi kuasa hukum Partai Demokrat.

Adalah anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, Andyka, yang mempersoalkan langkah BW untuk mengambil posisi sebagai tim kuasa hukum Partai Demokrat. Menurut anggota Komisi C ini, seharus nya BW fokus saja bekerja sebagai TGUPP ketimbang harus ikut campur urusan internal partai.

“Padahal BW selaku Ketua Komite Pencegahan Korupsi Jakarta atau KPK DKI Jakarta yang menjadi bagian dari TGUPP, sejauh ini belum dilaksanakan secara optimal,” ujar Andyka.

Untuk itu, pihaknya menyayangkan mengapa BW meninggalkan tanggung jawabnya di TGUPP dan menerima pekerjaan lain sebagai pengacara.

“Dia kan masih menerima gaji dari APBD yang dibayar warga DKI. Kalau rangkap pekerjaan seperti ini, sama saja merugikan warga DKI yang sudah menggaji dia dengan gaji yang sangat besar dong,” tegasnya.

Andyka mengakatan, selama menjadi anak buah Anies yang membidangi pemberantasan korupsi, kinerja BW dan juga anggota TGUPP lainya kurang memuaskan, dan cenderung melampaui wewenangnya. Ia merasa BW belum bisa memberikan kontribusi banyak kepada warga Jakarta.

Sebagai buktinya, masih ada kasus korupsi yang muncul. Salah satunya dalam kasus pembelian tanah oleh BUMD Sarana Jaya, yang membuat Dirutnya ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan berbagai fakta-fakta tersebut, terus terang kami di DPRD sangat kecewa. Kok sekarang malah menerima pekerjaan lain, yang tak ada kaitannya dengan warga DKI,” kata Andyka.

Lebih lanjut, Andyka mendesak agar keberadaan TGUPP dievaluasi total. Jika memang sudah tidak dapat diharapkan, dan justru banyak menabrak peraturan yang ada, maka Andyka menyarankan agar dibubarkan saja.

Terlebih, gubernur sebenarnya tak terlalu membutuhkan TGUPP, sebab di DKI telah ada struktur pemerintahan yang memang bertugas menjalankan program-program gubernur. Mulai dari wakil gubernur, sekda, SKPD dan juga UKPD.

“Gubernur harusnya membahas berbagai hal persoalan DKI bersama wagub, sekda, SKPD, UKPD, dan perangkat yang ada lainnya. Ibarat istri, wagub dan sekda serta SKPD, UKPD adalah istri yang sah. Sedangkan, TGUPP bukanlah istri sah. Jadi seharusnua gubernur membahas berbagai hal dengan wagub dan perangkatnya dong, bukan malah dengan TGUPP, ” kritik Andyka.

Lebih lanjut kata Andyka, pihaknya di DPRD akan mendorong evaluasi total kinerja TGUPP. “Termasuk kemungkinan soal pembubaran TGUPP, juga akan kota bahas,” pungkasnya.

Recent Posts

SETARA Institute Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta…

58 menit yang lalu

Jasa Marga Catat Pergerakan Kendaraan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri menyampaikan…

2 jam yang lalu

Bazar Rakyat 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM dan Bangkitkan Bangga Buatan Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kawasan Monumen Nasional (Monas) dipenuhi semangat kebersamaan dalam gelaran Bazar Rakyat 2026…

2 jam yang lalu

Guru Besar FK UPH Prof Antonia Tekankan Kalsifikasi Koroner sebagai Kunci Deteksi Dini Penyakit Jantung

MONITOR, Tangerang – Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia…

4 jam yang lalu

Jasa Marga Lakukan Normalisasi Lajur Bertahap di Ruas Palimanan–Kanci

MONITOR, Cirebon – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan intensif terhadap volume lalu…

6 jam yang lalu

MUI Desak Platform Global Patuhi PP TUNAS, Tegaskan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Anak

MONITOR, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pentingnya kedaulatan digital dan perlindungan moral generasi bangsa…

18 jam yang lalu