PERTANIAN

Kementan Ajak Petani Terapkan Refugia, Lebih Praktis dan Ramah Lingkungan

MONITOR, Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mensosialisasikan penanganan pengendalian hama terpadu (PHT) secara alami dan ramah lingkungan, salah satunya dengan mengajak petani menerapkan konsep refugia. Refugia adalah area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan berfungsi sebagai tempat berlindung, sumber pakan (nektar/pollen) dari serangga musuh alami (predator dan parasitoid) hama atau atau organisme penganggu tumbuhan (OPT), seperti wereng batang coklat (WBC), penggerek batang, walang sangit, dan lainnya

Refugia sejatinya bagian dari budidaya tanaman sehat dimana kita melestarikan musuh alami sebagai alat pengendalian dibandingkan cara penyemprotan kimia. Banyaknya tanaman refugia dapat mengundang keanekaragaman serangga predator lainnya, sehingga pengendalian hama dapat lebih optimal.

Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Juju Rukman mengapresiasi dukungan Kementan dalam pengembangan refugia di Indonesia.

“Di Jawa Barat sendiri, refugia sudah cukup meningkat peminatnya di kalangan petani. Petugas lapangan kami juga terus gencar melakukan sosialisasi pentingnya pengendalian OPT secara dini, salah satunya melalui penanaman refugia ini. Refugia yang paling diminati dan ditemukan di sawah di antaranya kenikir, kembang kertas, dan bunga matahari”, sebut Juju. Selain manfaatnya bagi petani tanaman refugia juga bisa dijadikan objek wisata baru karena memperindah lokasi persawahan.

Keindahan dan manfaat regugia juga terlihat, salah satunya di Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi. Egi Surya Kelana yang merupakan POPT setempat menceritakan geliat refugia di desa tersebut.

“Dari luasan 10 Ha sawah di Desa Cimanggu, para petani menanam refugia, sekitar 150 kenikir, 100 kembang kertas dan 100 bunga matahari. Selain indah dipandang, tanaman refugia membantu para petani dalam mengendalikan populasi OPT melalui peran dari musuh alami”, tutur Egi.

Terpisah, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Takdir Mulyadi menyebut untuk mendukung penerapan refugia Kementan telah mengalokasikan pengembangan di 31 Provinsi di Indonesia.

“Dengan ada bantuan ini kami harapkan petani dapat terbiasa menggunakan cara-cara yang ramah lingkungan dibandingkan menggunakan bahan-bahan kimia secara berlebihan dan dapat merusak lingkungan” tutur Takdir.

Takdir Mulyadi menjelaskan pengembangan tanaman refugia harus bagian dari 4 prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) yang akan terus berkembang di Indonesia. Ia meminta seluruh petugas POPT dan penyuluh untuk dapat mengawal dan mengedukasi petani dilapangan.

“Untuk percepatan penerapan kita juga akan siapkan bimbingan teknis yang diadakan dari pusat maupun Balai Proteksi yang ada di daerah ke kelompok tani sehingga petani lebih memahani secara langsung,” ucap Takdir.

Menanggapi kegiatan refugia Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi daerah yang mendukung penerapan PHT. “Kita harus mencari inovasi-inovasi baru dalam peningkatan produksi dan yang pasti ramah lingkungan, sehingga mutu pangan bagus dan aman dikonsumsi,” ucap Suwandi.

Pemenuhan kebutuhan pangan nasional harus menjadi prioritas, namun harus juga memperhatikan mutu pangan tersebut tandas Suwandi.

“Penggunaan bahan-bahan kimia harus kita batasi sehingga pangan tercukupi dan sesuai harapan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mengamankan produksi pangan dari serangan OPT dengan menggunakan inovasi baru yang aman, cerdas, efektif, dan efisien,” tandasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

14 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

14 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

14 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

17 jam yang lalu

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan Lewat Wisata Religi

MONITOR, Tashkent - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia…

2 hari yang lalu