Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, Pengamat: Sangat Menjijikkan

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reaserch and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum partai Demokrat hasil kongres luar biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara, membuat internal Demokrat semakin bergejolak.

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai hasil KLB yang menjadikan Moeldoko terpilih ketum tanpa berkeringat sangat menjijikkan. Apalagi, Moeldoko bukanlah kader melainkan orang di luar partai berlambang bintang mercy itu.

“Sangat menjijikkan, bukan kader, tak berkeringat, menjadi ketum KLB Demokrat (meritokrasi) senior partai berkhianat mengamininya,” kata Pangi Syarwi Chaniago, dalam keterangannya di Twitter.

Pangi sendiri tak yakin keberadaan Moeldoko memimpin Demokrat akan menjadikan elektabilitas partai tersebut melesat naik. Sebaliknya, ia justru khawatir elektabilitas Demokrat semakin redup.

“Yakin Moeldoko buat elektabilitas Demokrat moncer? Beliau sosok bermoral (fatsun)? Partai Demokrat oposisi?” tanya Pangi.

Bahkan dikatakan Pangi, jika Demokrat dikuasai pihak luar, maka Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dapat mencalonkan diri maju sebagai kandidat calon Presiden 2024 mendatang.

“Yang ada partai rusak, AHY tak bisa capres. Tinggal Buzzer bela Moeldoko, tak punya relung hati dan relung otak, tak bermoral/tak berakhlak, buzzer pandemi, benalu demokrasi, kita berdiri menjaga demokrasi, oposisi dan partai politik agar tak dirusak,” pungkasnya.