PERTANIAN

Pelaku Usaha Siap Serap Bawang dan Kentang Food Estate Sumatera Utara

MONITOR, Humbang Hasundutan – Kawasan Food Estate Humbang Hasundutan, Sumatera Utara akan memasuki masa panen. Kementerian Pertanian memprediksi panen bawang merah dan kentang dimulai bulan Maret sedangkan untuk bawang putih diperkirakan akan mulai dipanen di akhir april 2021.

Kawasan budidaya hortikultura seluas 215 di Desa Ria Ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan tersebut akan dilakukan panen secara selektif sesuai umur tanamnya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan kepada jajaran Ditjen Hortikultura untuk melakukan koordinasi dengan pelaku usaha (offtaker) agar hasil panen petani bisa langsung diserap saat panen.

Beberapa perusahaan nasional seperti PT. Indofood, PT. Wings Food dan para pelaku usaha bawang merah lainnya, digadang menjadi mitra penyerapan hasil panen di kawasan pertanian yang baru saja dibuka tersebut.

Dalam rangka memperbaiki manajemen dan tata kelola food estate, Kementan telah membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Food Estate yang diketuai Marnala Lumban Batu. Lembaga tersebut menjadi wadah pengorganisasian petani dan manajemen pengelolaan Food Estate berbasis hortikultura. “Kedepannya KUB ini diharapkan menjadi wadah kelembagaan korporasi yang menghimpun seluruh petani di kawasan food estate sekaligus mengelola keberlanjutan food estate dengan manajemen yang profesional,” tutur Marnala.

Saat rapat evaluasi dan koordinasi bersama Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan Petani FE 215 di Balai Desa Ria Ria (28/2) menyebut bahwa pencapaian hasil food estate sampai saat ini secara umum terbilang luar biasa. “Meskipun diperkirakan hasilnya belum maksimal karena lahan bukaan baru, namun di Musim Tanam II nanti saya yakin akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Dosmar Banjarnahor juga mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, namun bersama-sama berupaya agar food estate kedepan semakin baik.

“Nggak usah kita saling menyalahkan, ini salah si anu, ini salah siapa, enggak usah, kenapa karena lahan itu 90 persen sejak dunia ini ada baru kali itulah di olah. Lahan 215 itu memang banyak kekurangan, tapi namanya hidup tidak ada yang sempurna” tegasnya.

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi (1/3) terlihat jelas bahwa pertanaman kondisi pertanaman bawang merah dan kentang secara umum terlihat baik. Bahkan tanaman bawang merah yang daunnya tampak kuning ternyata umbinya bagus dan diyakini petani bisa dipanen.

Untuk menjamin keberhasilan pada musim tanam selanjutnya, pemerintah daerah setempat akan melakukan seleksi lebih ketat kepada petani yang akan diikutkan dalam program Food Estate.

Recent Posts

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

1 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

2 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

3 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

4 jam yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

4 jam yang lalu

Verifikasi Seleksi PPIH 2027 Tetap Berjalan, CAT Dilaksanakan Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

6 jam yang lalu