JABAR-BANTEN

Kakanwil Kemenag Didrop dari Pusat, PMII Banten: Kami Yakin Itu Pilihan Terbaik!

MONITOR, Jakarta – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten mengapresiasi dilantiknya Dr. H. Nanang Fatchurochman sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten oleh Menteri Agama pada Selasa (2/3) kemarin di Jakarta.

Ketua Umum PKC PMII Banten Ahmad Solahudin berharap Kepala Kanwil Kemenag baru bisa memabawa dampak yang lebih baik bagi persoalan keumatan di Banten. Terutama yang berkaitan dengan tugas sebagai kepanjangtanganan Menteri Agama.

“Tentu saya juga mengapresiasi Menag Yaqut yang telah mengangkat Nanang Fatcurochman sebagai kepala Kanwil Kemanag Banten, kami Yakin itu pilihan yang terbaik,” Kata Ahmad Solahudin melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (3/3).

Terkait dengan Kepala Kanwil Banten yang drop oleh pusat, pihaknya sangat tidak mempersoalkan hal itu. Karena menurutnya, Kanwil Kemenag merupakan lembaga vertikal yang wewenang pengangkatanya ada di tangan Menteri Agama.

“Kami percaya wewenang Menag dalam pengelolaannya sebagai lembaga vertikal, yang terpenting kewajiban kita selaku masyarakat Banten sama-sama mengawal agar lembaga ini dapat berjalan dengan baik,” Imbuh pria yang akrab disapa Jayen tersebut.

“Kalau kanwil kemenag dipersoalkan, ya bagaimana dengan kejati, dengan polda yang juga lembaga vertikal. Makanya gak fair klo asas primordialsime jadi acuan penilaian jabatan kepala kanwil kemenag Banten,” tambah Jayen.

Sebelumnya, Presidium Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten yang juga tokoh pendiri Provinsi Banten, Udin Saparudin menyebut pengangkatan H. Nanang Fatchurochman merupakan bentuk pengkerdilan Sumber Daya Manusia (SDM) Banten. Pasalnya, kata Udin, warga Bantenpun masih banyak yang berkualitas, tidak sepantasnya Kakanwil Kemenag didrop dari pusat.

“Ini adalah sebuah kemunduran, karena 20 tahun Provinsi Banten berdiri, sistem droping pejabat dari pusat masih ada. Hal ini mengakibatkan SDM di daerah tetap marjinal dan kurang kesempatan karena selalu di persempit. Saya rasa ini adalah pola orde baru yang masih dilestarikan,” kata Udin seperti dikutip dari poros.id.

Recent Posts

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Nasional

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi…

2 jam yang lalu

Pelemahan Rupiah Cerminkan Tantangan Domestik dan Turunnya Kepercayaan Investor

MONITOR, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata dipicu oleh…

3 jam yang lalu

Firman Soebagyo: Pemberantasan Korupsi Harus Beri Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo,…

5 jam yang lalu

Kinerja Bank Indonesia Harus Diukur dari Dampaknya bagi Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Keberhasilan Bank Indonesia tidak cukup diukur dari capaian indikator kinerja yang melampaui…

6 jam yang lalu

Prabowo Serahkan Pesawat MRCA Rafale dan Sistem Pertahanan Modern kepada TNI

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara…

6 jam yang lalu

Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Mulai 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2…

8 jam yang lalu