Soal 12 Terduga Teroris di Jatim, Polisi: Berafiliasi kepada Al Qaeda

"Aktivitas kelompok ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah, tentunya berafiliasi kepada Al Qaeda“

Ilustrasi

MONITOR, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, mengungkapkan bahwa 12 terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur (Jatim) adalah kelompok Jamaah Islamiyah yang berafiliasi dengan jaringan teroris Afganistan, Al Qaeda.

“Aktivitas kelompok ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah, tentunya berafiliasi kepada Al Qaeda,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/3/2021).

Rusdi menjelaskan, mereka pun melakukan sejumlah aktivitas, di antaranya latihan beladiri, merancang bungker untuk pembuatan senjata maupun bom rakitan.

Selain itu, lanjut Rusdi, para terduga teroris tersebut telah mempersiapkan tempat penyimpanan senjata hingga tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme.

“Mereka juga telah berencana melakukan amaliah,” ujarnya.

Namun, Rusdi belum menyebutkan bentuk amaliah apa yang akan dilaksanakan kelompok itu. Menurut Rusdi, saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

“Bentuknya apa dan sasarannya mana, masih pendalaman dari Densus, nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Sekadar informasi, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 12 orang terduga teroris di Jatim, Jumat (26/2/2021). Mereka berinisial UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS dan MI. Mereka diketahui memiliki peran yang berbeda-beda dalam jaringan terorisme.

Terduga teroris itu ditangkap di beberapa wilayah, yakni delapan orang di Sidoarjo, dua orang di Surabaya, seorang di Mojokerto dan seorang lagi di Malang.

Sejumlah barang bukti diamankan berupa 50 butir peluru 9 mm, satu pistol rakitan jenis FN, empat bendera daulat warna hitam dan putih, delapan buah pisau, dua buah samurai, golok, hingga senjata tajam berbentuk busur.