PENDIDIKAN

Kunjungi SMK di Kota Sorong, Mendikbud Tekankan Pentingnya Kerja Sama Berkelanjutan dengan Industri

MONITOR, Sorong – Revitalisasi Pendidikan Vokasi menjadi salah satu program kerja prioritas Kemendikbud pada 2021. Saat melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta Pelayaran Ampari, Kota Sorong, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menekankan link and match pendidikan vokasi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama (MoU) belaka. Lebih dari itu, Mendikbud mengatakan, industri dituntut untuk melakukan kerja sama hingga menyerap lulusan SMK.

“Kemitraan SMK dengan industri jangan sebatas MoU. Kemitraan haruslah sampai lulusan SMK diserap oleh industri,” demikian disampaikan Mendikbud di SMK Pelayaran, pada Jumat (12/02/2021)

Untuk memuluskan program link and match vokasi dengan industri tersebut, Mendikbud mendorong adanya bimbingan dari perguruan tinggi. Ini penting, kata Mendikbud, karena SMK kerap kali kesulitan mencari mitra industri.

“Universitas yang membina beberapa SMK, akan lebih mudah menemukan kemitraan dengan industri,” jelas Nadiem.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga menekankan pentingnya asesmen nasional (AN) yang akan digelar tahun ini. Mendikbud mengatakan bahwa AN diharapkan dapat mendorong kemampuan literasi dan numerasi para siswa SMK.

“Kemampuan berbicara yang lugas, kemampuan memecahkan masalah, dan kecakapan numerasi bisa dibilang sangat penting dimiliki lulusan SMK jika ingin terserap di dunia kerja,” ujar Mendikbud.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menegaskan bahwa lulusan SMK dituntut tidak hanya mengusai keahlian yang bersifat teknis atau hard skill, namun juga soft skill seperti kedisiplinan, sikap, dan karakter. Oleh karena itu, ke depannya Wikan akan meminta Politeknik Maritim Semarang (Polimarin), untuk menjadi kakak pendamping bagi SMK Pelayaran Ampari, untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Wikan berharap, SMK di seluruh Indonesia tidak mengesampingkan pendidikan karakter, sehingga lulusan SMK bisa bersaing di dunia usaha, dunia industri, dunia kerja (Iduka).

“Karakter, kedisiplinan, dan sikap itu diciptakan dalam enam semester pembelajaran. Bisa saja dari enam semester itu, tiga semester dipelajari sambil magang,” kata Wikan.

Pentingnya Menanamkan Pola Pikir Wirausahawan Kepada Siswa SMK

Pada kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua Barat, Mendikbud juga melakukan kunjungan ke SMK Negeri 3 Kota Sorong dan berdiskusi dengan para kepala sekolah, guru, dan siswa. Kepada para kepala sekolah, Mendikbud menekankan pentingnya menanamkan pola pikir kewirausahaan bagi para siswa.

“SMK yang unggul bukan yang hanya berpikir tentang sistem pendidikan, tapi juga kewirausahaan. Buatlah produk hebat dan menjual. Dengan begitu kita bisa menghasilkan SDM yang inovatif. Saya mengajak para kepala sekolah, guru dan siswa, untuk bisa membayangkan bahwa kita adalah wirausahawan,” ujar Mendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Wikan Sakarinto juga mendorong SMK untuk segera melakukan link and match dengan industri melalui program pernikahan massal vokasi-industri. Wikan juga mengajak SMK untuk menggandeng perguruan tinggi vokasi (PTV), baik dengan universitas yang memiliki program studi diploma maupun politeknik. Kerja sama tersebut bertujuan membuka berbagai kerja sama lebih jauh, antara lain SMK Jalur Cepat dan program mentoring.

“Mahasiswa D4 Alat Berat di UGM, misalnya, bisa satu semester menjadi instruktur di sini untuk memperkuat SMKN 13 Kota Sorong. Dengan demikian, bisa terkuak potensi yang belum ketemu,” imbuh Wikan.

Wikan menambahkan, sebagai pemicu untuk meningkatkan link and match vokasi-industri, pemerintah juga menjanjikan insentif super tax deduction yang akan memberikan keuntungan bagi industri.

Super tax deduction ini bisa menjadi pendanaan yang tidak ada batasnya,” ucap Wikan.

Recent Posts

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

2 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

3 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

8 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

22 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

1 hari yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

2 hari yang lalu