Libur Imlek, Polisi Pastikan Arus Lalin Daerah Puncak Lancar

"Saya cek hasilnya kemarin tuh ada dua orang yang reaktif“

Anggota Polri sedang memindahkan pembatas guna mengalihkan arus lalu lintas di jalan sekitar Jakarta Pusat. (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono, mengungkapkan bahwa arus lalu lintas (lalin) di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, dalam rangka libur Imlek 2021 terpantau relatif lancar.

Menurut Istiono, antisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan Puncak berlangsung efektif dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan bagi pengendara/pengemudi.

Istiono didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa pun mengecek langsung kondisi arus lalin kawasan Puncak terkait diterapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan memantau pelayanan tes rapid antigen di Pos PAM Tangguh Polres Bogor, Simpang Gadog.

Pemantauan tersebut untuk mengantisipasi kepadatan arus lalin libur panjang Imlek 2021 dan mencegah penularan Covid-19 pada musim liburan.

“Kemarin kami lakukan beberapa check point kaitannya dengan pemeriksaan rapid antigen di beberapa rest areadi tol. Dan hari ini kami coba cek di beberapa titik khususnya di Pos Gadog ini, saya lihat hari ini dan kemarin, di Pos Gadog ini sebagai Pos Tangguh Covid-19 dan PPKM sudah bagus,” ungkap Istiono dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Istiono mengatakan, pada Jumat (12/2/2021), sudah dilakukan rapid test antigen secara acak dengan target peserta 100-200 orang. Sementara untuk Sabtu (13/2/2021), jumlah peserta tes rapid antigen acak sebanyak 142 orang.

“Saya cek hasilnya kemarin tuh ada dua orang yang reaktif, kemudian diputar balik untuk ditindaklanjuti dengan PCR. Kemudian barusan tadi kami cek, sampai hari ini tadi tes random 142 orang dicek dan hasilnya semua negatif,” katanya.

Istiono menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau titik-titik pergerakan kendaraan dan orang-orang yang rentan terhadap penularan dan penyebaran dari Covid-19.

“Ini harus terus kami lakukan, simpul-simpul pergerakan orang dan kendaraan harus kami pantau terutama pada orang-orang yang sangat rentan terhadap penularan dan penyebaran dari Covid-19 ini,” ujarnya.