SULAWESI

Tak Hanya Korban Bencana, RS Lapangan Kostrad Juga Bantu Warga Sulbar Lainnya

MONITOR, Jakarta – Gempa Bumi dahsyat yang melanda wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), khususnya di wilayah Mamuju dan Majene, pada 15 Januari 2021 lalu dengan magnitudo 6,2 mengakibatkan ribuan bangunan hancur dan rusak parah serta mengakibatkan ribuan warga mengalami luka-luka serta lebih dari seratus orang dilaporkan meninggal dunia. 

Sejumlah fasilitas dan sarana umum serta layanan publik tidak dapat digunakan karena kantor-kantor pemerintahan serta kantor layanan publik juga mengalami kerusakan dampak dari gempa gumi yang mengguncang di wilayah tersebut, tidak terkecuali fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang mengalami kerusakan parah dan dipastikan tidak dapat dioperasionalkan secara normal. 

Dengan kondisi tersebut, beberapa rumah sakit mengalami beban pelayanan yang sangat berat dikarenakan harus merawat pasien yang sakit ditambah dengan menolong dan memberikan pengobatan bagi para korban luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunan.

Mendasari pelayanan darurat yang  dibutuhkan para korban gempa di Mamuju, TNI Angkatan Darat (AD) bergerak cepat dengan mengirimkan Rumah Sakit (RS) Lapangan lengkap dengan berbagai fasilitas dan peralatan medis yang dibutuhkan.

Instruksi untuk mengirimkan RS Lapangan itu langsung atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, yang menginginkan dikirimnya RS Lapangan yang lengkap agar dapat memberikan perawatan dan pengobatan bagi korban gempa di Mamuju, maka dikirimlah Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2/Yudha Bhakti Husada (YBH) dari Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad yang berkedudukan di Malang. 

Komandan Yonkes 2/YBH Divif 2 Kostrad, Letkol Ckm Ayiq Mahmud, mengungkapkan bahwa sejak 24 Januari 2021, RS Lapangan yang dikomandoinya telah dapat dioperasionalkan secara penuh. 

Lebih lanjut, menurut Ayiq, untuk mendirikan RS Lapangan, Yonkes 2 Kostrad itu mendapat dukungan dari Mabesad dengan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan yang mendukung untuk penanganan kedaruratan korban gempa. 

“Kami menyiapkan 144 personel dan 13 personel dari Puskesad terdiri dari dokter spesial ortopedi bedah serta perawat mahir. Untuk menggelar sekaligus mengoperasionalkan RS Lapangan ini yang meliputi 28 unit tenda, alkes seluruh tenda dan mobilisasi serta perlengkapan pendukung seperti genset, water treatment, kitchen dan sanitary mobile,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Kamis (28/1/2021). 

Ayiq mengatakan, RS Lapangan ini juga dilengkapi dengan fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD), ruang bedah/operasi, ruang kebidanan, serta fasilitas lainnya yang mendukung perawatan pasien dengan kapasitas 100 tempat tidur dibagi menjadi dua bagian, perawatan laki-laki dan perempuan kemudian dilengkapi juga pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, farmasi dan Central Sterile Supply Department (CSSD) serta didukung dengan unit mobil ambulans. 

“Lokasi penempatan RS Lapangan TNI kami dirikan di Lapangan Makorem 142 Tatag, yang merupakan lokasi strategis dalam memberikan bantuan kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan terhadap korban gempa,” katanya. 

Dukungan RS Lapangan yang didirikan Yonkes 2/YBH Divif 2 Kostrad itu meliputi obat-obatan serta perlengkapan dan peralatan penunjangnya dari Mabesad, Puskesad, Kesdam XIV/HSn serta dari Dinas Kesehatan Sulbar. 

“Selain pelayanan kesehatan Rumah Sakit Lapangan yang dilakukan personel Yonkes 2 meliputi evakuasi korban dari titik pengungsian ke RS Lapangan, layanan dapur lapangan kepada awak rumah sakit lapangan dan pasien, memberikan layanan mobile water treatment atau alat penjernih air yang siap diminum dan dapat dimanfaatkan masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat,” ujarnya.

Semenjak berdirinya RS Lapangan Yonkes 2/YBH Divif 2 Kostrad itu, setiap hari puluhan warga berobat maupun memeriksakan kondisi kesehatannya. 

“Penyediaan obat untuk poliklinik, perawatan dan operasi seperti antibiotik sistemik, obat-obatan injeksi untuk operasional di ruang perawatan, kamar operasi dan ICU masih kami butuhkan, karena warga yang berobat dan membutuhkan perawatan bukan hanya yang mengalami luka akibat gempa, namun juga warga yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya,” ungkap Ayiq.

“Inilah bentuk komitmen Angkatan Darat serta komitmen kami sebagai tenaga medis dalam memberikan bantuan serta layanan kepada sesama yang membutuhkan,” kata Ayiq menambahkan.

Recent Posts

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

2 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

5 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

7 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kompetensi sumber daya manusia…

9 jam yang lalu

Belajar dari Nursyahwa, Hafizhah 30 Juz Disabilitas Netra Peserta MTQ Nasional, Dekat dengan Al-Qur’an Sejak Usia 7 Tahun

MONITOR - Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an…

17 jam yang lalu