POLITIK

Mardani Minta ORI Berani Jemput Bola

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode mendatang berani dan mau mencari apa masalah terkait pelayanan publik yang sedang dihadapi masyarakat.

Mardani mengungkapkan bahwa mulai Selasa (26/1/2021) sampai Rabu (27/1/2021) mendatang, Komisi II DPR RI akan mengadakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada calon Komisioner ORI. Menurut Mardani, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon komisioner jika terpilih kelak. 

“ORI memiliki peran yang sangat besar dalam reformasi birokrasi. Karena sebagai lembaga pengawas pelayanan publik, berada pada tatanan antara eksekutif dan legislatif untuk membantu kinerja perubahan penyelenggaraan pemerintahan dalam pelayanan publik,” ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada MONITOR, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Terlebih, Mardani menyebutkan, di 2021 ini tantangan yang dihadapi kian kompleks. Oleh karena itu, menurut Marsani, ORI tidak boleh hadir biasa-biasa saja mengingat kesulitan hidup masyarakat yang kian berbeda. Krisis yang diakibatkan oleh Covid-19 mestinya mampu melahirkan ruang cara baru dalam menjalankan pemerintahan. 

“Berani jemput bola, tidak hanya menunggu laporan tapi dekatkan akses ke masyarakat. Sekaligus memberikan edukasi terkait tugas serta fungsi ORI sebagai wadah pengaduan penyelenggaraan pelayanan publik. Zero tolerance untuk setiap pengabaian hak publik atas pelayanan pemerintah,” ujarnya.

Politikus PKS itu mengatakan, pola partisipatif juga perlu dilakukan oleh Calon Komisioner ORI jika kelak terpilih nanti. Sebagai KPK-nya Komisi II, menurut Mardani, aktif menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat menjadi keharusan ORI. Contoh, di tengah kondisi Covid-19 banyak masyarakat yang memerlukan bantuan, imbas dari hilangnya pekerjaan.

“Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penyimpangan prosedur maupun distribusi BLT yang tidak tepat sasaran. Setelah menerima laporan dari masyarakat, proaktif segera melakukan verifikasi laporan, cek langsung ke lapangan untuk menghindari hal-hal yang menyimpang dari prosedur. Diharapkan sikap optimisme akan muncul untuk mencapai good governance yang lebih baik lagi,” katanya.

Kemudian kolaborasi. Mardani mengungkapkan bahwa hal ini harus semakin digencarkan terutama dengan Kementerian PAN-RB maupun Kemendagri RI untuk menegaskan pentingnya integritas, kecepatan dan efektifitas dalam berjalannya birokrasi. 

“Lalu perbanyak MoU dengan Kementerian/Lembaga/Departemen. Karena bisa menjadi bentuk sosialisasi pelayanan publik yang benar sesuai UU dan Perppu serta aturan-aturan yang lain dan efektif mencegah terjadinya maladministrasi,” ungkapnya.

Terakhir, Mardani menambahkan, calon Komisioner ORI perlu kembali mengingat semangat didirikannya lembaga ini.

“Menjawab tuntutan masyarakat atas terwujudnya prinsip-prinsip demokrasi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan melalui lembaga yang independen, akuntabel, transparan dan bebas dari berbagai kepentingan politik,” ujarnya.

Recent Posts

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

4 jam yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

5 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

6 jam yang lalu

Kemenag-Australia Awards Indonesia Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

6 jam yang lalu

Rumuskan kebijakan, Prof Rokhmin dorong KKP perkuat hilirisasi dan daya saing produk laut

MONITOR, Jakarta - Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut terbesar di dunia…

6 jam yang lalu

Jabar Jadi Jalur Transit TPPO, Rieke Diah Pitaloka Ingatkan Peran Imigrasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa tindak pidana…

9 jam yang lalu