Ayah Pramugara Sriwijaya Air: Insya Allah Syahid

"Saya serahkan semua kepada Allah SWT“

puing diduga pesawat Sriwijaya yang hilang kontak.

MONITOR, Jakarta – Ayahanda pramugara Sriwijaya Air SJ 182 Okky Bisma, Supeno Hendy Kiswanto, mengaku yakin bahwa putranya wafat dalam keadaan syahid.

Hal itu diungkapkan oleh Supeno usai menerima jenazah Okky Bisma yang diserahkan pihak RS Polri Kramat Jati dan Sriwijaya Air di Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).

Supeno pun meminta kepada masyarakat untuk mendoakan putranya meninggal dalam keadaan baik dan secara Islam dalam arti lain syahid.

“Mohon doanya semoga Okky Bisma wafat dalam keadaan syahid, Insyallah secara dalil agama, barang siapa yang sedang cari nafkah untuk keluarganya adalah jihad, barang siapa yang meninggal di laut adalah syahid. Dua-duanya dimiliki oleh Okky Bisma,” ungkapnya.

Jenazah almarhum Okky Bisma rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Condet Balaikambang, Jakarta Timur, sesuai dengan domisilinya.

“Saya serahkan semua kepada Allah SWT, ini takdir Allah, manusia hanya bisa berusaha, berdoa kita tidak bisa berbuat banyak,” ujar Supeno.

Jenazah Okky Bisma dikeluarkan pihak RS Polri sekitar pukul 09.35 WIB. Kemudian peti berwarna coklat yang berisi jenazah Okky Bisma dimasukkan ke dalam ambulans.

Jenazah Okky Bisma diserahkan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Brigjen Pol Asep Hendradiana. Asep menyerahkan jenazah tersebut kepada Direktur Operasinal PT Sriwijaya Air Didi Iswandy kemudian diserahkan kepada keluarga Okky Bisma.

“Sebenernya ini Okky Bisma hari Senin (11/1/2021) sudah bisa diambil, saya dapat dari DVI mau diambil Senin, Selasa (12/1/2021) boleh akan dilayani. Tapi sebagai manusia saya harus berusaha dulu beri waktu selama dua hari barang kali ada organ-organ tambahan dari tim evakuasi,” kata Supeno.

Sekadar informasi, sudah enam jenazah yang berhasil diidentifikasi, namun bukan dari DNA melainkan lewat pemeriksaan sidik jari. Jenazah yang pertama kali teridentifikasi adalah Okky Bisma yakni pada Senin (11/1/2021), kemudian Kopilot Nam Air Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Khasanah, Indah Halimah Putri dan Agus Minardi.