Suharso Bocorkan Kepengurusan PPP Periode 2020-2025

“Ada tiga kelompok manajemen pengelolaan partai yang akan ada di dalam DPP”

Ketua Umum terpilih PPP, Suharso Monoarfa/ dok: CNN

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Terpilih, Suharso Monoarfa, membocorkan struktur kepengurusan Periode 2020-2025.

Dalam waktu dekat, Suharso mengungkapkan, pihaknya akan segera mengumumkan susunan kepengurusan PPP Periode 2020-2025.

“Yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini, bahwa ada tiga kelompok pekerjaan atau tiga kelompok manajemen pengelolaan partai yang akan ada di dalam DPP,” ungkapnya dalam acara Tasyakuran Harlah ke-48 PPP yang disiarkan di kanal Youtube resmi PPP, Petiga TV, Jakarta, Selasa (5/1/2021) malam.

Suharso menjelaskan, kelompok pertama adalah kelompok manajemen yang akan mengelola keseharian partai dan menggerakkan partai sehingga seluruh mesin-mesin partai bisa bergerak hingga ke tingkat paling bawah.

Kelompok Kedua, lanjut Suharso, yaitu kelompok yang bisa memberikan pandangan-pandangan kepada publik, pandangan yang dapat dinilai atau dianggap oleh publik menjadi panutan, menciptakan suasana yang baik sehingga bisa mengenalkan, memperluas dan menyosialisasikan partai lewat beragam isu di dalam keseharian kehidupan berbangsa bernegara.

“Mereka sangat berperan menunjukkan kehadiran PPP di setiap elemen kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sedangkan Kelompok Ketiga, Suharso mengatakan, yakni kelompok yang bisa mempertahankan eksistensi PPP ke depan. Menurut Suharso, kelompok ini sangat penting sekali karena akan menentukan masa depan PPP dalam jangka pendek yakni Pemilu 2024 mendatang, sehingga kelompok ini akan disebut sebagai pekerja elektoral.

Suharso menilai, kelompok pekerja elektoral itu akan bekerja semaksimal mungkin dan akan dibantu dengan sebuah tim yang menyusun program-program secara terencana dan taktis yang nantinya dapat diimplementasikan di lapangan.

Sementara terkait jumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Suharso menyebutkan, berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP disebutkan bahwa jumlah maksimal pengurus DPP adalah 45 orang. Namun menurut Suharso, jumlah itu masih relatif banyak karena ia ingin jumlah kepengurusan DPP ada di bawah 40 orang agar lebih kompak.

Suharso mengaku, ia bersama tim formatur juga telah menerima daftar riwayat hidup dari masing-masing kader untuk dipertimbangkan masuk dalam jajaran kepengurusan DPP Periode 2020-2025 yang akan didominasi oleh kelompok muda dengan usia sekitar 40-an.

“Kepengurusan ini mudah-mudahan diwarnai dengan generasi muda yang lebih banyak. Saya berharap yang di usia 40-an itu akan mendominasi jajaran di DPP yang akan datang. Dan jumlah mudah-mudahan tidak melebihi dari 45 sebagaimana digariskan AD/ART. Mudah-mudahan kita bisa membuatnya lebih kompak dengan jumlah yang relatif mungkin di bawah 40,” katanya.

Suharso mengungkapkan, jajaran kepengurusan tersebut akan diumumkan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PPP yang akan dilaksanakan sekitar akhir Januari 2021 dengan menunjukkan sebuah pertunjukkan digital dari PPP dan akan memperkenalkan masing-masing dari pengurus tersebut tersebut.

“Sebenarnya besok atau malam ini saya sudah bisa mengumumkan, tetapi kita ingin mencari waktu yang pas sehingga bisa punya efek yang baik dan bisa dikenang masing-masing dari mereka,” ungkapnya.

“Peringatan harlah itu akan diikuti oleh TV swasta nasional yang kita kontrak selama satu jam, sehingga bisa diikuti oleh seluruh kader secara nasional. Dan nanti pada saatnya akan diumumkan oleh DPP,” ujar Suharso menambahkan.