PEMERINTAHAN

Naikkan Gaji ASN, Langkah Tjahjo Kumolo Tuai Pujian

MONITOR, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo, mengajukan kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah yang diambil Tjahjo Kumolo ditengah pandemi pun menuai pujian. Ya, dia dianggap berani mengambil sikap dan kebijakan.

Direktur Riset dan Program Sudut Demokrasi Riset dan Analisis, Surya Vandiantara, mengatakan rencana kenaikan gaji ASN ini harus dibaca sebagai upaya Pemerintah menjaga ekonomi nasional dalam menghadapi krisis akibat covid-19.

“Apabila dikaji lebih dari sudut pandang ekonomi, kenaikan gaji ASN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT). Itu langkah berani Tjahjo Kumolo, Patut diapresiasi,” kata Surya, Kamis (31/12).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III 2020, struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga masih di dominasi oleh PK-RT sebesar 57,31 persen.

“Dominasi PK-RT tersebut tentunya perlu disikapi tegas oleh pemerintah. Mengingat pertumbuhan PK-RT (YoY) mengalami kontraksi sebesar -4,04 persen pada Triwulan III 2020,” jelas Surya.

Surya menilai kenaikan gaji ASN di era pandemi covid-19 memang sudah layak dilaksanakan. Sebab, Pemerintah perlu mendorong pertumbuhan PK-RT di Tanah Air.

“Sehingga Pertumbuhan ekonomi indonesia di tahun 2021 dapat terjaga dengan baik. PK-RT itu memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Menaikkan konsumsi rumah tangga salah satunya dengan menaikkan pendapatan,” beber Surya.

Dengan jumlah yang mencapai 4.189.121 jiwa per 2019, Surya menilai ASN cukup punya peran penting dalam menaikkan tingkat konsumsi rumah tangga di Indonesia. Sebab, kenaikkan konsumsi ini bisa berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Secara makro, kenaikan gaji PNS mendorong kenaikan konsumsi. Kenaikan konsumsi dapat mendorong produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Lebih jauh lagi, kenaikan produksi dapat meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran dapat diturunkan,” papar Analis Ekonomi-Politik asal UIN Jakarta ini.

Dia menambahkan, penurunan angka pengangguran diharapkan mampu memicu kenaikan komsumsi dari kalangan non-ASN. “Sehingga PK-RT secara keseluruhan mengalami kenaikan yang signifikan dan dapat mendorong pertumbuha ekonomi Indonesia lebih baik,” pungkasnya.

Recent Posts

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Warga Rancamaneuh Munjul Gelar Upacara di Halaman Masjid Al Muhibbin

MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…

4 jam yang lalu

Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…

4 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Kemerdekaan Harus Jadi Energi Membangun Indonesia Berdaulat dan Makmur

MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…

7 jam yang lalu

Mahasiswa KKN Nusantara Dorong Tata Kelola Masjid di Leuwidamar

MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…

8 jam yang lalu

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

1 hari yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

1 hari yang lalu