PENDIDIKAN

Rektor UIN Walisongo Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim

MONITOR, Semarang – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam menghadirkan Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag pada acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional (Diklatpimnas) yang digelar secara virtual, rabu (23/12/2020).

Pada kegiatan tersebut Imam Taufiq menyampaikan materi tentang tantantangan Indonesia kotemporer (2021-2030) dalam bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Saat ini laju pembangunan global maupun nasional terus mengalami peningkatan, kondisi ini menimbulkan adanya pergeseran pola cuaca dan iklim, perubahan tata guna lahan serta peningkatan produksi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global serta perubahan struktur bumi saat ini.

Dihadapan 80 peserta yang merupakan aktifis kampus Imam Taufiq menegaskan bagaimana pentingnya peran mahasiswa dalam menangani problematika lingkungan hidup dan perubahan iklim yang saat ini semakin menghawatirkan.

“Sebagaimana diketahui bersama bahwa persoalan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia yang membutuhkan penyelesaian. Persoalan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut kualitas kehidupan di masa mendatang”, jelas Imam.

“Perubahan iklim menurutnya sangat berdampak luas pada kehidupan masyarakat, setiap orang memiliki andil dan peran dalam perubahan ini. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan sosial manusia”, jelas Guru Besar UIN Walisongo Semarang bidang ilmu tafsir ini.

Para aktifis mahasiswa di lingkungan civitas akademika PTKI memiliki peran sangat penting, terutama dalam membawakan ajaran keagamaan yang ramah dan bijak terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

Agama sebagai rahmat dan sumber inspirasi dalam mengelola kehidupan di bumi sudah semestinya menjadi pedoman para aktifis yang digadang-gadang akan menjadi pemimpin di tanah air ini.

Permasalahan hari ini yang muncul adalah hilangnya eco-spiritualism pada diri umat manusia. Membangun kesadaran spiritual dan upaya membangun konservasi alam harus ada pada kesadaran diri kita sesuai dengan ajaran keagamaan masing-masing.
Setiap individu harus membangun kesadaran untuk menjaga dan mampu melestarikan lingkungan dan alam sekitarnya.

Diakhir penutup diskusi Imam Taufiq mengajak kepada seluruh peserta dan masyarakat pada umumnya untuk mampu menghadirkan Tuhan sebagai kekuatan untuk berkontribusi dalam menjaga dan mengayomi serta membangun alam dengan kesadaran ekologis bersama sama.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

7 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

1 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

1 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu