PERTANIAN

Pengendalian Hama Terpadu Langkah Jitu Kendalikan OPT

MONITOR, Sukabumi Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan sebagai upaya Kementan melakukan pengamanan produksi tanaman pangan. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian baik di tingkat provinsi dan kabupaten terus gencar dilakukan sosialisasi penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu atau sering disebut PHT. Petani sudah banyak menerapkan empat prinsip utamanya yaitu budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin atau pemantauan, dan Petani sebagai ahli PHT.

Kasubdit Pengendalian OPT Serealia Kementan Abriani Fensionita menjelaskan terkait pengamatan rutin ada Petugas Pengendali OPT (POPT) yang aktif mendampigi petani. “Namun dalam pelaksanaannya kami juga menghimbau agar para petani dapat berperan aktif melakukan pengamatan rutin di lahan pertaniannya masing-masing bila menemukan adanya serangan OPT. Jika ada serangan silahkan langsung komunikasikan dengan petugas lapangan setempat baik POPT atau pun penyuluh agar bisa dibantu segera langkah pengendaliannya”, sebut Abriani.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat menambahkan dengan adanya peran aktif petani untuk melakukan pengamatan OPT secara rutin di lahan pertaniannya masing-masing. “Kami berharap agar itu dapat mengubah mindset yang dulunya melakukan penyemprotan pestisida berjadwal menjadi mindset penerapan PHT dengan menjadikan penggunaan pestisida sebagai pilihan terakhir”, sebutnya.

POPT Kecamatan Kalibunder dan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Egi surya Kelana menceritakan pengalamannya bersama petani terkait penerapan PHT di wilayahnya. “Di Kecamatan Kalibunder lahan yang harus diamati adalah 2394 Ha padi sawah, 1300 Ha padi gogo, dan 500 Ha jagung. Sedangkan di Kecamatan Cimanggu adalah 2121 Ha padi sawah, 1300 Ha padi gogo dan 500 Ha jagung. Awalnya petani masih sulit menerima 100% konsep PHT. Salah satunya mereka lebih suka melakukan penyemprotan pestisida berjadwal pada lahan mereka karena menjanjikan hasil yang maksimal, padahal dalam jangka panjang dapat merusak lahan mereka sendiri dan berujung pada penurunan hasil produksi”, ujar Egi.

Dengan usaha yang konsisten melakukan pendekatan personal dengan petani, semakin banyak petani yang mau terlibat aktif dalam menerapkan PHT di lahannya. Mulai banyak petani yang berperan aktif dalam melakukan pengamatan OPT di lahannya masing-masing. Saat ini terdapat 6 poktan di Kecamatan Kalibunder dan 4 poktan di Kecamatan Cimanggu yang melakukan pengendalian menggunakan pestisida nabati. Penggunaan agens hayati juga mulai dilirik petani di Sukabumi seperti Beauveria bassiana, PGPR, dan Paenibacillus polymyxa”, tambah Egi.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan berharap agar PHT akan terus berkembang. “Kami terus mengarahkan petugas lapangan kami seperti POPT dan penyuluh untuk turun mendampingi petani dan sekaligus memberikan edukasi terkait penerapan prinsip PHT yang justru akan membantu petani dalam peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan”, jelas Edy.

Menanggapi hal ini Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menginginkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian dari pusat sampai daerah untuk terus bersama-sama dengan petani berupaya maksimal mengamankan produksi pangan dari serangan OPT. ”Sesuai harapan Bapak Menteri Pertanian, lakukan langkah-langkah pengendalian dengan menggunakan cara-cara yang aman, cerdas, efektif, dan efisien,” sebut Suwandi.

Recent Posts

Kecam Serangan AS-Israel, MUI: Melanggar Hukum Internasional

MONITOR, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengecam keras…

2 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Implementasi TKDN melalui Sertifikasi Profesi Verifikator

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna…

3 jam yang lalu

Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah

MONITOR, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan…

5 jam yang lalu

Campuspreneur Expo Hadirkan 30 Wirausahawan Muda Potensial di Kalangan Mahasiswa

MONITOR, Surakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret(UNS) menggelar pameran Campuspreneur Expo yang diikuti 30 wirausahawan potensial dari kalangan mahasiswa. Pameran digelar di…

5 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga: Periode Arus Balik Libur Panjang Lebaran 2026 Telah Berakhir

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…

5 jam yang lalu

Klaim Harga Bahan Pokok Stabil Pasca-Lebaran 2026, Mendag: Daya Beli Masyarakat Menguat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026,…

10 jam yang lalu