HUKUM

Soal Kerumunan Rizieq, Pakar Hukum Sebut Polisi Juga Harus Periksa Mahfud

MONITOR, Jakarta – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengungkapkan bahwa bahwa Menko Polhukam Mahfud MD juga harus dimintai keterangan jika pihak kepolisian bersikukuh mempidanakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Hal itu disampaikan Fickar menyusul adanya pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mempertanyakan kenapa hanya dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diperiksa terkait kerumunan Rizieq Shihab.

Selain itu, Fickar menyampaikan, sebagaimana pendapat yang pernah disampaikan Mahfud MD, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) tidak bisa dituntut pidana. 

“Jadi kalau polisi ngotot mempidanakan maka mau tidak mau harus memeriksa Mahfud sebagai pihak yang terkait karena terjadinya kerumunan itu, karena Mahfud sendiri berpendapat pelanggaran prokes termasuk kerumunan tidak bisa dituntut pidana,” ungkapnya seperti dikutip dari Republika, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Fickar mengatakan, apabila kerumunan dijadikan alasan untuk penuntutan terhadap Rizieq Shihab atau siapa pun dan dianggap melanggar pasal 93 UU Kekarantinaan, maka hal itu tidak kontekstual dan tidak menenuhi unsur.

Sebab, menurut Fickar, Indonesia tidak menerapkan karantina wilayah atau lockdown, melainkan hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Fickar menegaskan, pasal 93 itu adalah pelanggaran terhadap UU Kekarantinaan, yang tidak bisa diterapkan terhadap kerumunan pelanggaran PSBB atau protokol kesehatan jaga jarak. Karena itu seharusnya, menurut Fickar, kasus Rizieq Shihab tidak ada sejak awal.

“Karena itu seharusnya tidak ada proses penuntutan hukum terhadap HRS (Habib Rizieq Shihab), baik di petamburan maupun di Cisarua, apalagi sangkaan Pasal 160 KUHP yang merupakan hasutan untuk melakukan tindak pidana adalah sangkaan yang mengada-ada. PSBB dan protokol itu tidak bisa dipidanakan,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka wacana bahwa Menko Polhukam Mahfud MD juga semestinya diperiksa oleh polisi dalam kasus kerumunan yang melibatkan Rizieq Shihab.

“Menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud MD yang mengatakan penjemputan HRS itu diizinkan,” ujarnya di Mapolda Jawa Barat, Rabu (16/12/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, pernyataan Mahfud MD yang mempersilakan para pendukung Rizieq Shihab menjemput di bandara menjadi tafsir untuk tidak mengindahkan PSBB selama tertib dan damai, sehingga terjadilah kerumunan yang luar biasa.

“Sehingga ada tafsir ini seolah ada diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta dan PSBB di Jabar dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dalam Islam, Kang Emil mengatakan, adil itu adalah menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan tempatnya.

“Jadi beliau juga harus bertanggungjawab m, tak hanya kami-kami kepala daerah yang dimintai klarifikasi ya, jadi semua punya peran yang perlu diklarifikasi,” katanya.

Recent Posts

DPR: Kesepakatan Dagang Indonasia-Amerika Harus Beri Manfaat Seimbang

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan persetujuan…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

4 jam yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

5 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

9 jam yang lalu

Pecahkan Rekor 14 Tahun, Pertumbuhan Industri 2025 Lampaui Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.…

12 jam yang lalu

Wamenag Targetkan Wajah Baru KUA Jakarta yang Lebih Modern di 2027

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii, hari ini menggelar pertemuan dengan…

15 jam yang lalu