Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi marsudi
MONITOR, Jakarta – Munculnya nama Anies dan Mega dalam soal ujian sekolah SMP 250 Cipete, Jakarta Selatan, sangat disayangkan sejumlah kalangan. Apalagi, kedua nama tersebut sangat familiar di mata publik sebagai pejabat politik.
Polemik ini menuai protes dari kalangan kader PDIP Jakarta. Misalnya, Prasetyo Edi Marsudi. Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengaku menyesalkan insiden itu, apalagi terjadi di dunia pendidikan.
“Saya sangat menyesalkan terjadinya indikasi politisasi dan diskriminasi agama dalam dunia pendidikan di Jakarta,” kata Prasetyo Edi, kepada awak media.
Ia menilai kejadian serupa sudah sering terjadi di Jakarta. Politikus PDIP ini mengatakan narasi soal sekolah itu sarat provokasi.
“Ini sudah terjadi berulang-ulang kali, dan kedepan tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya tegas.
MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…
MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…
MONITOR, Palu – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Badan Karantina…