Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi marsudi
MONITOR, Jakarta – Munculnya nama Anies dan Mega dalam soal ujian sekolah SMP 250 Cipete, Jakarta Selatan, sangat disayangkan sejumlah kalangan. Apalagi, kedua nama tersebut sangat familiar di mata publik sebagai pejabat politik.
Polemik ini menuai protes dari kalangan kader PDIP Jakarta. Misalnya, Prasetyo Edi Marsudi. Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengaku menyesalkan insiden itu, apalagi terjadi di dunia pendidikan.
“Saya sangat menyesalkan terjadinya indikasi politisasi dan diskriminasi agama dalam dunia pendidikan di Jakarta,” kata Prasetyo Edi, kepada awak media.
Ia menilai kejadian serupa sudah sering terjadi di Jakarta. Politikus PDIP ini mengatakan narasi soal sekolah itu sarat provokasi.
“Ini sudah terjadi berulang-ulang kali, dan kedepan tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya tegas.
MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…