TALK

Masjid Harus jadi Pusat Dakwah dan Politik Keumatan

MONITOR – Organisasi Masyarakat Cinta Masjid (MCM) didirikan ditengah kekhawatiran menguatnya politik identitas pada perhelatan politik praktis di DKI Jakarta mulai dari Pilkada, Pileg hingga Pilpres 2019 dimana salah satu diantaranya masjid sebagai rumah besar umat Islam banyak dijadikan basis menggalang dukungan bagi salah satu kelompok.

Sekjen Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Ashraf Ali mengatakan berdirinya MCM sebagai ormas ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat dakwah dan pembangunan sumber daya manusia termasuk kegiatan politik Keumatan dan kebangsaan bukan kepentingan satu kelompok.

Simak obrolan selengkapnya di MONITOR Podcast edisi ke-10 dibawah ini:

Recent Posts

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

11 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

1 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

1 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

1 hari yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

1 hari yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

1 hari yang lalu