Vaksin Covid-19 Tiba, Gubernur BI: Sinergi dan Optimisme Pemulihan Ekonomi Perlu Dibangun

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo

MONITOR, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa syarat utama dalam mewujudkan pemulihan ekonomi dari tekanan krisis akibat Covid-19 yakni penerapan protokol kesehatan dan ketersediaan vaksin. Hal itu diungkapkannya dalam diskusi daring di Jakarta.

Perry meenyataka, ada satu kondisi prasyarat yaitu adalah vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 karena memang epicentrum permasalahan yang dihadapi ini adalah Covid-19. Langkah pemerintah untuk memesan vaksin dan melakukan vaksinasi dalam waktu dekat akan semakin membangun optimisme pemulihan ekonomi.

“InsyaAllah (pemerintah) akan melakukan vaksinasi dalam waktu dekat. Bank Indonesia juga ikut mendanai vaksin ini dari sebagian dana burden sharing APBN 2020,” ujar Perry, Selasa (8/12/2020).

Tak hanya itu, Gubernur BI juga menyebutkan syarat kedua dalam merealisasikan pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 adalah adanya sinergi yang baik dari berbagai pihak.

“Penguatan sinergi dan membangun optimisme pemulihan ekonomi perlu kita bangun. Kita perkuat,” ucap Perry.

Perry menuturkan berbagai prasyarat tersebut harus dilakukan seiring dengan mulai terlihatnya prospek ekonomi Indonesia 2021 yang lebih baik.

Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV akan mampu mencetak angka positif seiring dengan pemulihan yang telah terjadi sejak triwulan III yaitu dari minus 5,34 persen ke minus 3,9 persen. Perry juga menyatakan ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh hingga mencapai kisaran 4,8 persen sampai 5,8 persen yang didukung oleh konsumsi, ekspor, dan investasi.

Sementara untuk inflasi diperkirakan pada level rendah yaitu di bawah 2 persen pada 2020 dan dalam kisaran tiga plus minus satu persen pada 2021. Selain itu, nilai tukar rupiah akan stabil cenderung menguat serta stabilitas eksternal terjaga dengan neraca pembayaran surplus dan defisit transaksi berjalan di bawah 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2020 dan 2021.