Kamis, 23 April, 2026

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta – Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan Forum tahunannya di Salt Lake City, Utah, pada 15–17 Oktober 2026. Acara ini akan mempertemukan para pemimpin agama, cendekiawan antaragama, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Even ini mengangkat  tema ‘Interfaith Engagement for Policy Impact’.

Forum ini bertepatan dengan kepresidenan Amerika Serikat di G20 dan mendahului KTT Pemimpin G20 pada 14-15 Desember 2026 di Miami. Forum ini berfungsi sebagai jalur paralel dan pelengkap bagi KTT tersebut, memungkinkan suara-suara keagamaan untuk didengar di jantung diskusi yang membentuk agenda global. 

“Perspektif keagamaan merupakan komponen integral dan selalu hadir dalam tantangan-tantangan ini, mencakup 84% populasi dunia yang menganut berbagai agama dan kepercayaan,” terang Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam, Kamis (23/4/2026).

Sesi pleno dan sidang komisi dalam Forum ini akan membahas tiga tema utama masa kini, antara lain: Pertumbuhan Ekonomi untuk Kebaikan Bersama, Keamanan Energi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan, AI dan Masa Depan Manusia, serta Keterlibatan Antar Agama dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.

- Advertisement -

Topik lain termasuk krisis pangan global, kesehatan mental, isu tentang anak, pengungsi dan pengungsian paksa.

Konselor Abdelsalam.menjelaskan, Majelis Hukama Muslimin (MHM) juga turut menyelenggarakan Forum Antar Agama G20 (IF20) tahun 2025 yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, dari 10 – 14 Agustus 2025. Saat itu, tema yahg diangkat adalah _”Ubuntu in Action: Focusing on Marginalized Communities’_.

Selama IF20 pada 2025, MHM menegaskan kembali kesediaannya untuk memperkuat kehadiran dan pengaruhnya di seluruh Afrika melalui inisiatif inovatif yang berfokus pada pembangunan perdamaian, pemberdayaan aktor keagamaan lokal, dan perluasan kemitraan dengan lembaga-lembaga regional melalui dialog, toleransi, dan hidup berdampingan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER