Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Azyumardi Azra/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Insiden penembakan antara anggota FPI dengan aparat kepolisian membuat publik gaduh. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra meminta agar semua elemen menahan diri.
“Semua pihak agar menahan diri, tidak melakukan aksi dan pernyataan yang bisa meningkatkan kegaduhan dan kekerasan,” imbuh Azyumardi Azra, dalam keterangannya, Selasa (8/12).
Cendekiawan Muslim ini juga meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan, meskipun tujuannya untuk membuat situasi stabil.
“Polisi agar menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan tidak terkendali yang dapat mengorbankan nyawa,” pintanya.
Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara laskar FPI yang mengawal rombongan Habib Rizieq Shihab beserta keluarga dan aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan FPI, mereka dihadang oleh kelompok tak dikenal kemudian diculik dan ditembaki. Akibatnya, enam orang anggota FPI tewas dalam insiden penembakan ini.
MONITOR, Jakarta - Empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam jajaran 10 besar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung Pemerintah Kabupaten Sinjai memperkuat langkah pengendalian Avian Influenza…
MONITOR, Lumajang - Sumur-sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah dan DPR RI menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027…
MONITOR, Jakarta – Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan…
MONITOR, Jakarta - Komite Nasional Haji (Komnas Haji) menilai kesepakatan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)…