Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Azyumardi Azra/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Insiden penembakan antara anggota FPI dengan aparat kepolisian membuat publik gaduh. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra meminta agar semua elemen menahan diri.
“Semua pihak agar menahan diri, tidak melakukan aksi dan pernyataan yang bisa meningkatkan kegaduhan dan kekerasan,” imbuh Azyumardi Azra, dalam keterangannya, Selasa (8/12).
Cendekiawan Muslim ini juga meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan, meskipun tujuannya untuk membuat situasi stabil.
“Polisi agar menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan tidak terkendali yang dapat mengorbankan nyawa,” pintanya.
Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara laskar FPI yang mengawal rombongan Habib Rizieq Shihab beserta keluarga dan aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan FPI, mereka dihadang oleh kelompok tak dikenal kemudian diculik dan ditembaki. Akibatnya, enam orang anggota FPI tewas dalam insiden penembakan ini.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…