Dubes RI untuk Panama, Sukmo Harsono. (Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Duta Besar (Dubes) RI untuk Panama, Sukmo Harsono, mengungkapkan bahwa Panama merupakan mitra penting dan strategis bagi Indonesia.
“Panama bagi Negara Indonesia memiliki peran penting dan strategis. Kepentingan Indonesia terhadap negara-negara di kawasan Amerika Tengah hingga Karibia, pintu masuknya adalah melalui Panama (Terusan Panama) dalam jalur perdagangan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Secara politik, menurut Sukmo, Indonesia bisa mendapat dukungan dalam forum-forum internasional, dimana jika Indonesia ingin menjadi anggota atau ketua dari badan dan organisasi internasional, begitu juga sebaliknya.
“Namun demikian, jarak yang jauh merupakan kendala bagi peluang usaha secara B to B. Oleh sebab itu, sebuah keberanian bagi kalangan bisnis kedua negara untuk masuk baik ke pasar Indonesia ataupun sebaliknya,” ujarnya.
Sukmo mengatakan, proyek-proyek kontruksi adalah peluang yang bagus bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ikut tander di Panama dan Kosta Rica, Honduras ataupun Nicaragua. Namun sayangnya, pandemi Covid-19 ini membuat semua berhenti mendadak.
“Saya yakin setelah pandemi Covid-19 berakhir, jika berbagai usaha termasuk UKM berani pameran dagang di Panama maka potensi market-nya akan terbuka lebar, termasuk sektor pariwisata dan salah satu peluang seksi lainya adalah masuk berinvestasi lahan sawit di Panama,” katanya.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath menilai reformasi Polri…
MONITOR, Depok - Fakultas Syariah Universitas Islam Depok (UID) menegaskan komitmennya dalam memperkuat link and…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir…
MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…