Ilustrasi: Kantor Kementerian KKP
MONITOR, Jakarta – Kebijakan ekspor benih lobster kembali dipersoalkan. Ini setelah penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepulangnya dari lawatan ke Amerika.
Ya, pasalnya Edhy beserta rombongan KKP ditangkap lembaga anti rasuah pimpinan penyidik Novel Baswedan lantaran diduga terlibat kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.
Terkait hal ini, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati mengaku pihaknya sudah mengingatkan KKP tentang penetapan perusahaan eksportir benih lobster.
“Sedari awal kami mengingatkan KKP soal penetapan eksportir ini. Kalau bicara soal partisipasi publik, enggak semua orang dilibatkan,” kata Susan Herawati, dalam program Mata Najwa, Rabu (25/11).
Ia menilai, penetapan eksportir saja terlihat sangat tidak transparan dan penuh tanya tanya.
“Kita lihat penetapan dalam perusahaan yang dapat izin itu juga banyak pertanyaan besar. Semua yang diambil keputusannya itu kita lihat ruangnya tertutup,” ungkap Susan.
MONITOR, Washington D.C – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, secara resmi menginstruksikan Angkatan Laut…
MONITOR, Cikarang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat struktur industri otomotif nasional sebagai bagian dari strategi…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menegaskan pentingnya…
MONITOR, Jakarta — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta dan…
MONITOR, Ternate - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly…
MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit…